Bankaltimtara

Bupati Paser Minta BBPJN Segera Tangani Kerusakan Jembatan Busui

Bupati Paser Minta BBPJN Segera Tangani Kerusakan Jembatan Busui

Bupati Paser, dr Fahmi Fadli minta BBPJN Kaltim segera menangani kerusakan Jembatan Busui yang menghubungkan Provinsi Kaltim dan Kalsel.-(Disway Kaltim/ Sahrul)-

PASER, NOMORSATUKALTIM - Bupati Paser, dr Fahmi Fadli, meminta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) segera menangani kerusakan Jembatan Sei Busui yang runtuh akibat ditabrak truk pengangkut semen pada awal Januari 2025 lalu. 

Permintaan ini disampaikan langsung dalam pertemuan dengan BBPJN Kalimantan Timur yang digelar baru-baru ini.

Jembatan Busui merupakan infrastruktur penting yang menghubungkan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui jalur trans Kalimantan. 

Sejak kerusakan terjadi, konektivitas antarprovinsi Kaltim dan Kalsel hanya mengandalkan jembatan darurat jenis bailey.

BACA JUGA: Ganti Rugi untuk Jembatan Sei Busui Belum Jelas, Jembatan Bailey Dipertahankan hingga Tahun Depan

BACA JUGA: Bus Bermuatan 30 Penumpang Terjun dari Jembatan Ambruk di Paser, 1 Tewas, 2 Luka Berat

“Dalam pertemuan dengan BBPJN Kaltim, kami manfaatkan untuk meminta percepatan konektivitas antara Kaltim dan Kalsel. Yaitu pembangunan Jembatan Busui yang runtuh karena ditabrak beberapa waktu yang lalu,” kata dr Fahmi, Selasa, 8 Agustus 2025.

Selain menyoroti Jembatan Busui, Bupati Fahmi juga meminta perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi jalan nasional di Kabupaten Paser

Dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Paser, 8 di antaranya dilintasi oleh jalan nasional, kecuali Tanjung Harapan dan Muara Samu.

“Kondisi jalan nasional yang perlu mendapat perhatian itu seperti tanjakan tinggi, turunan ekstrem, sampai jalan dengan kerusakan parah,” jelasnya.

BACA JUGA: Breaking News! Jembatan Busui Ambruk, Jalur Lintas Provinsi Kaltim - Kalsel Lumpuh

BACA JUGA: Truk Pengangkut Semen Tabrak Pondasi Jembatan Busui hingga Ambruk, Diduga karena Rem Blong

Menurut Fahmi, permasalahan tidak hanya berhenti pada infrastruktur. 

Jalan nasional yang melintasi wilayah Paser juga memicu persoalan sosial akibat tingginya aktivitas truk bermuatan batubara. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: