Bankaltimtara

Pesisir Kaltim Siaga Bencana Hidrometeorologi: Pasang Laut Naik, Curah Hujan Masih Tinggi

Pesisir Kaltim Siaga Bencana Hidrometeorologi: Pasang Laut Naik, Curah Hujan Masih Tinggi

Pantuan cuaca Kaltim melalui satelit di Kantor BMKG Balikpapan.-(Disway Kaltim/ Salsa)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya yang bermukim di wilayah pesisir dan daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. 

Imbauan ini disampaikan menyusul masih tingginya intensitas hujan, serta naiknya muka air laut di tengah masa transisi musim.

Kepala BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menjelaskan bahwa wilayah Kalimantan Timur saat ini berada dalam fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. 

Meski kemarau diprediksi baru akan dimulai pada akhir Juni. 

BACA JUGA: 8 Menu Rumahan Ini Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan, Bikin Hangat dan Ketagihan

BACA JUGA: BMKG: Curah Hujan Tinggi Ancam Beberapa Wilayah Kaltim Akhir Mei 2025

Ia menyebut, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Balikpapan.

"Secara umum frekuensi hujan mulai menurun, namun hujan lokal dengan durasi cukup panjang dan sebaran luas masih terjadi, terutama akibat pertemuan angin di wilayah Kaltim," kata Kukuh saat dikonfirmasi, pada Selasa (28/5/2025).

BMKG mencatat bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan merata dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur. 

Baginya, fenomena tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan secara signifikan.

BACA JUGA: Berau Diterjang Banjir Lagi, Sejumlah Bangunan di Hulu Segah Tenggelam Hingga Rusak dan Hanyut

BACA JUGA: Tenggarong Dikepung Banjir, Mobilitas Warga Nyaris Lumpuh Total

"Adanya konvergensi atau pertemuan angin menyebabkan terbentuknya awan-awan hujan yang cukup masif dan memicu hujan berlangsung lebih lama dari biasanya," sebut Kukuh.

Di samping curah hujan yang tinggi, BMKG juga menyoroti ancaman dari fenomena pasang laut yang kini tengah mencapai puncaknya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: