Bankaltimtara

Gara-gara Saling Ejek Soal Iuran Kelompok Tari, 5 Siswi SMP di Samarinda Terlibat Perkelahian

Gara-gara Saling Ejek Soal Iuran Kelompok Tari, 5 Siswi SMP di Samarinda Terlibat Perkelahian

Proses mediasi antar siswi yang terlibat perkelahian dengan menghadirkan orangtua masing-masing.-istimewa-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Kasus perkelahian antar remaja di Kota Samarinda yang melibatkan pelajar SMP viral di media sosial sejak Selasa (20/5/2025).

Aparat Polsek Sungai Kunjang pun menyelidiki video berdurasi 1 menit 15 detik yang menampilkan perkelahian antar siswi itu.

Hasilnya, ternyata perkelahian terjadi di SD Negeri 027, tempat kegiatan belajar SMPN 16 berlangsung sementara.

Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Ramli Sianturi menjelaskan, anggota polisi langsung turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran video tersebut.

BACA JUGA: Pemuda di Tenggarong Diamankan Tim Patroli karena Membawa Senjata Tajam, Diduga Hendak Tawuran

BACA JUGA: Polisi Bubarkan Dua Kelompok Remaja di Samarinda yang Hendak Tawuran

Setelah dilakukan pengecekan ke sekolah terkait, diketahui bahwa insiden tersebut dipicu persoalan terkait uang iuran sekolah sebesar Rp5 ribu per siswa untuk keperluan latihan menari.

Namun, terdapat dua siswa yang enggan membayar. Penolakan itulah yang membuat dua siswi kembar itu mendapatkan ejekan dari teman-teman mereka, kemudian berujung pada tindakan kekerasan fisik antar siswi.

"Hasil sementara, permasalahan ini bermula dari iuran tari. Salah satu siswi tidak dapat membayar iuran tersebut sehingga memicu perselisihan hingga berujung perkelahian antar kelompok siswi. Imbas aksi kekerasan ini menyebabkan dua siswi mengalami lebam dan memar," tambah Ipda Ramli, Kamis (22/5/2025) malam.

Pihak kepolisian pun telah memfasilitasi pertemuan antara para siswi yang terlibat serta orangtua masing-masing, dengan melibatkan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Samarinda.

BACA JUGA: SMAN 10 Samarinda Resmi Direlokasi ke HAMM Rifaddin, Pemprov Kaltim Pastikan Tidak Ada Polemik

BACA JUGA: Isu Karaoke Dewasa Dibantah, Manajemen Hotel Royal Suite Klarifikasi soal Tunggakan dan Izin Operasional

"Semua pihak sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun, masing-masing siswi juga diminta membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang," jelas Ramli.

Meski diselesaikan secara damai, aparat mengingatkan bahwa kekerasan di kalangan pelajar tetap menjadi persoalan serius yang perlu ditangani bersama oleh sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait