Bankaltimtara

Okupansi Hotel di Balikpapan Hadapi Tantangan Akibat Pemangkasan Anggaran Pemerintah

Okupansi Hotel di Balikpapan Hadapi Tantangan Akibat Pemangkasan Anggaran Pemerintah

Bisnis perhotelan di Balikpapan diyakini bakal terdampak kebijakan efiensi anggaran yang digulirkan pemerintah pusat.-(Disway Kaltim/ Chandra)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Industri perhotelan di Balikpapan saat ini tengah menghadapi tantangan akibat pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat. 

Hal ini dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, Soegianto.

Ia mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran ini berdampak signifikan terhadap tingkat hunian hotel dan pendapatan restoran di seluruh Indonesia, termasuk di Balikpapan.

"Kondisi sekarang tidak seperti tahun 2023 atau 2024. Dengan adanya pemangkasan anggaran di kementerian dan beberapa departemen, dampaknya terasa ke semuanya, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengalami pemotongan anggaran. Semua anggaran kita terkena imbasnya, dengan pengurangan hampir 20 persen," ujar Soegianto, kepada NOMORSATUKALTIM, Kamis (20/2/2025).

BACA JUGA: Dampak Efisiensi Anggaran, Kuota PTSL di Paser Berpotensi Berkurang

BACA JUGA: Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik Kritik Konsep Efisiensi Prabowo

Ia menambahkan bahwa hotel maupun restoran juga menurun hingga 20 persen di seluruh Indonesia. 

Untuk di Balikpapan sendiri, kata Soegianto, mengalami penurunan hingga 20 persen. 

“Misalnya, sebelumnya kita bisa mencapai tingkat hunian 50 persen, sekarang rata-rata hanya 30 persen. Dari Januari hingga Februari, hingga saat ini, tingkat hunian hanya mencapai 30 persen. Ini berdampak pada biaya operasional hotel,” jelasnya.

Menghadapi situasi sulit ini, menurutnya, industri perhotelan di Balikpapan harus mencari strategi baru untuk bertahan. 

BACA JUGA: Resmi Dilantik sebagai Bupati Paser, Fahmi: Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Program Pemda

BACA JUGA: Meski Ada Pemangkasan Anggaran, PUPR Mahulu Pastikan Pembangunan Infrastruktur Tidak Terkendala

Soegianto menjelaskan bahwa hotel-hotel di Balikpapan akan melakukan 'switching market' atau beralih pasar. 

Jika sebelumnya banyak bergantung pada anggaran pemerintah, sekarang mereka harus mencari sektor lain yang masih memiliki anggaran untuk mengadakan acara atau kegiatan di hotel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait