Dua Perahu Ketinting Tabrakan di Sungai Tambolo, Satu Orang Belum Ditemukan
Proses pencarian dilakukan Satpolairud Polres Kukar bersama tim gabungan dan warga di Sungai Tambolo, Kukar hingga Senin (10/2/2025).-IST/Satpolairud Polres Kukar-
KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM – Peristiwa kecelakaan air terjadi di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Sungai Tambolo, Desa Pantuan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Minggu 9 Februari 2025.
Kejadian ini melibatkan dua perahu ketinting yang bertabrakan, menyebabkan satu orang hilang dan masih dalam pencarian.
Kecelakaan melibatkan perahu ketinting milik MA dengan perahu yang dikemudikan oleh Jamaluddin (44).
Akibat benturan keras, Jamaluddin terpental ke sungai dan hingga saat ini belum ditemukan. Lokasi kejadian tepat di koordinat 0° 35' 48.5"S / 117° 24' 57.1"E.
BACA JUGA: Kapal Pukat Ikan Tenggelam di Perairan Korea Selatan, 1 WNI Hilang, 2 Selamat
BACA JUGA: Nahkoda Kapal Oceanic 2 Ditemukan Meninggal Dunia, Tersangkut di Jalur Kemudi
Kapolres Kukar, AKBP Dody Surya Putra melalui Kasat Polairud, AKP Yohanes Bonar Adiguna mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dan kesaksian MH, sekitar pukul 16.00 Wita, MA (26) berangkat dari Kutai Lama menuju tambak yang berada di Sungai Tambolo menggunakan perahu ketinting berwarna biru.
Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam hingga akhirnya memasuki tikungan tajam di sungai tersebut.
Saat memasuki tikungan, MA mengambil jalur kiri. Dari arah berlawanan, sebuah perahu ketinting berwarna hijau dengan corak kuning yang dikemudikan oleh Jamaluddin melaju di jalur sama dengan kecepatan tinggi.
Diperkirakan karena terkejut, MA membanting kemudi mesin ke arah kanan, sementara Jamaluddin berusaha menghindar dengan membanting kemudi ke kiri. Namun, tabrakan tetap tak terhindarkan.
BACA JUGA: Seorang Pria Tenggelam Saat Memancing di Kawasan Ruko Bandar Balikpapan
BACA JUGA: Bocah 7 Tahun Korban Tenggelam di Sebulu Ditemukan Meninggal Setelah 3 Hari Pencarian
"Benturan terjadi di bagian depan sebelah kanan perahu yang dikemudikan oleh Jamaluddin, menyebabkan keduanya terlempar ke sungai," ujar Yohanes, Senin (10/2/ 2025).
Hingga saat ini, tim pencarian dan penyelamatan masih berupaya menemukan Jamaluddin.
Upaya pencarian melibatkan personel kepolisian, tim SAR, serta warga setempat yang turut membantu menyisir lokasi kejadian.
"Kami telah mengerahkan personel untuk melakukan pencarian di sekitar titik koordinat kejadian. Kami juga mengimbau warga yang melihat tanda-tanda keberadaan korban agar segera melapor," tambah Yohanes.
BACA JUGA: Operasi Keselamatan Mahakam 2025 Dimulai, Ketemu 8 Jenis Pelanggaran Ini Langsung Ditindak
BACA JUGA: PAUD dan TK "Serbu" Damkar Kukar, Edukasi Seru Tanpa Biaya!
Tim SAR menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi bawah air untuk memaksimalkan pencarian. Arus sungai yang cukup deras menjadi tantangan dalam upaya pencarian korban.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan transportasi air, terutama di wilayah dengan arus deras dan tikungan tajam.
Penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung juga sangat dianjurkan.
"Kecelakaan di perairan dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu kewaspadaan sangat diperlukan. Kami juga meminta pengguna perahu ketinting untuk mengurangi kecepatan saat melintasi jalur sempit atau tikungan," ujar Yohanes.
BACA JUGA: Stadion Segiri Samarinda Akhirnya Berfungsi, Borneo FC Tidak Main di Batakan Lagi
BACA JUGA: Ekonomi Kalimantan Timur 2024 Tumbuh 6,17 Persen, Melebihi Rata-rata Nasional
Hingga berita ini ditulis, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan. Tim penyelamat berharap Jamaluddin dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat atau setidaknya memberikan kepastian bagi keluarganya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

