Upaya Peningkatan Kualitas SDM Melalui Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Upaya Peningkatan Kualitas SDM Melalui Program Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Rakorda bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana se-Kaltim tahun 2024 di Tanjung Redeb, Berau.-Disway Kaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Kabupaten Berau menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana se-Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2024.

Rakorda ini diikuti oleh seluruh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) kabupaten/kota se-Kaltim.

Sekretaris daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said diminta mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut.

BACA JUGA : Kerja Sama dengan KemenPAN-RB, Bupati Paser Sebut Implementasi Sakip Jadi Kebutuhan

Dalam sambutannya, Muhammad Said menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai ajang meningkatkan keterpaduan antara kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan daerah dalam pencapaian program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.

"Khususnya pada pemanfaatan dokumen grand design pembangunan kependudukan, agar dapat diterapkan secara lebih maksimal di daerah. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan promosi Kabupaten Berau, khususnya pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf)," kata Muhammad Said, Rabu (15/5/2024).

BACA JUGA : Usai Kejadian Pengunjung Tenggelam, Objek Wisata Tulung Ni Lenggo Ditutup Sementara

Dikatakannya, Pemkab Berau memiliki perhatian besar terhadap aspek kependudukan. Ia menyadari, kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah aspek yang sangat penting dalam proses pembangunan suatu daerah.

"Salah satu upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah melalui program pengendalian penduduk dan keluarga berencana," tuturnya.

Saat ini, menurut Said, di Berau sendiri masih dihadapkan dengan realitas kependudukan.

Seperti, rendahnya tingkat pendidikan, lajunya pertumbuhan penduduk, pengangguran, rendahnya kualitas kesehatan dan angka harapan hidup, hingga persoalan kenakalan remaja yang begitu kompleks.

"Persoalan-persoalan seperti ini yang harus disikapi dengan positif, yang mana era bonus demografi yang diprediksi akan memuncak pada 2030-2040 mendatang, sehingga dapat memberikan dampak positif untuk pembangunan daerah," ujarnya.

"Kita juga memberikan dukungan terhadap program Sekolah Siaga Kependudukan sebagai bekal anak-anak kita hidup bermasyarakat," sambungnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: