Kronologi Terkuaknya Rumah Produksi Film Porno
Nomorsatukaltim.com – Polisi telah menahan para tersangka yang terkait proses produksi film porno. Mereka telah memproduksi 120 film dewasa, dengan melibatkan Selebgram Indonesia yang digandeng melalui sosial media.
Kasubdit Siber Polda Metro Jaya AKBP Ardian Satrio Utomo mengungkap kronologi penangkapan para pelaku kasus rumah produksi film porno di Jakarta Selatan yang dilakukan secara bertahap.
Terkuaknya kasus praktik asusila itu bermula dari penangkapan dua tersangka.
Kedua tersangka yakni I sebagai sutradara sekaligus pemilik dan pengelola web dari rumah produksi, dan JAAS sebagai kamerawan di rumah produksi Pasar Minggu pada Senin (31/7/2023).
Direktorat Tindak Pidana Siber pada Senin (17/7/2023) lalu, telah mendapati satu website bertajuk "kelasbintang", yang berisikan film adegan dewasa.
"Saudara I sutradara, pemilik dari rumah produksi tersebut dan sebagai admin web, serta saudara JAAS sebagai kameramen,” ujar AKBP Ardian, dilansir Rol, Rabu (13/9/2023).
Kemudian, pada Selasa (1/8/2023) Tim Unit 3 Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kembali mengamankan tiga tersangka lainnya dari hasil pengembangan. Yakni, AIS sebagai editor, AT sebagai sound enginering, dan SE sekretaris serta talent dari rumah produksi tersebut.
"Besoknya, mengembangkan lagi dan kita mengamankan saudara AIS sebagai editor film, dan saudara SE sekretaris dan talent wanita di salah satu video yang 120 itu, dan juga saudara AT sebagai sound engineering,” ujarnya.
Dari hasil penggeledahan, sejumlah barang bukti yang digunakan dalam produksi film juga ditemukan dari lokasi penangkapan. Barang bukti itu berupa satu set alat syuting seperti kamera, tripod, lensa, dan speaker, dan 5 hardisk, 1 flashdisk, 5 telepon genggam, 2 laptop, 2 PC komputer, serta 2 televisi.
“Jadi, menurut kami semua alat bukti yang ada kaitannya dengan pembuatan film dan juga produksi film sudah kita amankan semuanya di kantor sebagai barang sitaan,” kata AKBP Ardian menjelaskan.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, sebelumnya menyampaikan para pemeran dalam kasus industri film dewasa direkrut melalui media sosial.
"Jadi cara mereka menggaet melalui Instagram atau media sosial yang lain. Mereka mengajak 'talent-talent' tersebut untuk mau bekerjasama dalam pembuatan film dewasa ini," kata Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Siber Polda Metro Jaya AKBP Ardian Satrio Utomo saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Para tersangka dikenakan Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) dan atau Pasal 34 ayat (1) jo Pasal 50 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 dan atau Pasal 4 ayat (2) jo Pasal 30 dan atau Pasal 7 jo Pasal 33 dan atau Pasal 8 jo Pasal 39 dan atau Pasal 9 jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Ancaman pidananya berupa penjara paling lama 12 tahun dan denda paling tinggi Rp 10 miliar. Hingga saat ini, polisi telah mengamankan total lima orang pelaku kasus rumah produksi film porno. Ditreskrimsus PMJ juga melayangkan surat panggilan kepada 16 saksi pembuatan film dewasa untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. (*/ Rol)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

