Bankaltimtara

Perang Berkepanjangan, Prabowo Buka Opsi WFH Massal untuk Hemat BBM

Perang Berkepanjangan, Prabowo Buka Opsi WFH Massal untuk Hemat BBM

Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri terkait di Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026.-(Ist./ BPMI Setpres)-

"Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya," imbuhnya.

Presiden menambahkan bahwa penghematan energi juga akan membantu menjaga kondisi fiskal negara agar defisit anggaran tidak membengkak. Ia menyebut pengelolaan APBN yang lebih seimbang menjadi prioritas.

BACA JUGA: Mudik Lebaran 2026: Cerita Pemudik yang Ingin Rasakan Sensasi Puasa di Kampung Halaman

BACA JUGA: KPK Resmi Menahan Yaqut Cholil Usai Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024

Prabowo menyinggung adanya potensi kebocoran dan ketidakefisienan anggaran, termasuk praktik administrasi yang tidak tepat. Upaya sinkronisasi melalui GovTech yang dikoordinasikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) diperkirakan bisa mengurangi kebocoran hingga 40 persen.

"Kita sudah lakukan langkah-langkah tadi oleh Ketua DEN masalah GovTech, sinkronisasi semua K/L menjadi satu jaringan GovTech. Ini diperkirakan bisa kurangi kebocoran sampai dengan 40 persen dari pengeluaran kita," ucapnya.

Di akhir pidato, Presiden mengingatkan pemerintah tetap waspada menghadapi kemungkinan terburuk akibat ketidakpastian global, termasuk potensi perang berkepanjangan di Timur Tengah.

"Kita walaupun merasa aman, tidak panik tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling jelek. Kita berharap skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan, ini bisa jadi perang yang sangat panjang, perang yang sangat panjang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait