Bankaltimtara

Ekskavator Terbakar di Kampung Empas, Damkar Masih Selidiki Penyebab Kebakaran

Ekskavator Terbakar di Kampung Empas, Damkar Masih Selidiki Penyebab Kebakaran

Satu unit ekskavator yang diduga digunakan untuk kegiatan pembukaan lahan terbakar di Kampung Empas, RT 2, Kecamatan Melak.-Damkar Pos Barong-

KUBAR, NOMORSATUKALTIM–Satu unit ekskavator yang diduga digunakan untuk kegiatan pembukaan lahan terbakar di Kampung Empas, RT 2, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Minggu 7 Juni 2026 sekitar pukul 09.30 Wita. 

Penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pendataan dari petugas yang berada di lapangan. 

Koordinator Damkar Pos Barong Tongkok, David Herwoto, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran alat berat yang berada di area pembukaan lahan. 

Setelah menerima informasi tersebut, personel Damkar langsung melakukan koordinasi dan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan awal.

“Kalau kejadiannya jam 09.30, lokasinya di Kampung Empas, Kecamatan Melak,” ujar David Herwoto saat dikonfirmasi NOMORSATUKALTIM, Minggu 7 Juni 2026.

BACA JUGA:Pencarian Berujung Duka, Royyan Ditemukan Meninggal Setelah Dilaporkan Hilang

Menurut David, informasi awal yang diterima masih terbatas karena anggota yang turun langsung ke lokasi masih melakukan pendataan. 

Oleh sebab itu, pihaknya belum dapat memastikan identitas pemilik ekskavator maupun pihak yang bertanggung jawab atas alat berat yang terbakar tersebut.

“Untuk pemiliknya kami belum mengetahui secara pasti. Informasi yang kami terima, alat itu diduga digunakan untuk membuka lahan kaplingan,” katanya. 

BACA JUGA:Korban Terseret Arus Sungai Melenyu 2 Ditemukan 7,7 Kilometer dari Lokasi Hilang

Dari laporan awal yang diterima petugas, kebakaran diduga dipicu oleh gangguan pada sistem kelistrikan alat berat tersebut. 

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum dapat disimpulkan secara resmi.

“Kayaknya konslet. Dugaan sementaranya seperti itu, tetapi kami masih menunggu laporan dari anggota yang berada di lapangan,” jelas David.

Ia menerangkan bahwa laporan yang diterima berasal dari masyarakat yang melihat kejadian tersebut. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: