Dilema AMDAL Tambang Berau, Instrumen Pengendali atau Sekadar Formalitas?
Sulistiyono Lie Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan UGM.-istimewa-
Artinya konsistensi terhadap dokumen AMDAL akan benar-benar membantu, bila dijadikan sebagai panduan kegiatan operasional, bukan hanya tumpukan kertas yang tersimpan di lemari arsip perusahaan.
Pada akhirnya, pertambangan telah menjadi sektor penting dari perekonomian masyarakat Berau. Banyak keluarga menggantungkan penghidupan dari sektor ini, baik secara langsung maupun melalui berbagai aktivitas ekonomi turunan.
Di sisi lain, pembangunan ekonomi tetap tidak boleh mengabaikan keberlanjutan lingkungan yang baik. Sungai, hutan dan ekosistem yang ada di Berau adalah warisan alam yang harus tetap terjaga demi keberlangsungan hidup manusia itu sendiri, di masa depan.
Maka peran AMDAL harus kembali pada instrumen penting untuk setiap tata kelola pertambangan.
Pemerintah perlu memperkuat pengawasan, perusahaan harus menjalankan komitmen secara konsisten, dan masyarakat harus terlibat aktif dalam pengawasan.
Sehingga, saat semua pihak bermain pada peran masing-masing dengan baik. Kegiatan pertambangan di Berau tidak hanya akan menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga akan mempertahankan keseimbangan ekologis yang sudah menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Berikutnya, Berau akan menjadi contoh nyata bahwa masa depan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya yang dieksploitasi, tetapi juga seberapa serius pengelolaannya untuk keseimbangan alam yang terjaga. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
