Bankaltimtara

3 C Jadi Kunci OLX Autos Jadi Pilihan Penjual dan Pembeli Mobkas  

3 C Jadi Kunci OLX Autos Jadi Pilihan Penjual dan Pembeli Mobkas  

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com - Platform layanan berbasis teknologi yang menawarkan inovasi terkini dalam transaksi jual beli mobil bekas, OLX Autos Indonesia, semakin digandrungi masyarakat. Tercatat 5 juta pembeli dan penjual  sudah menggunakan aplikasi ini, meski baru dikenalkan dua tahun lalu. Kepercayaan masyarakat terhadap aplikasi ini dibuktikan dengan peningkatan pangsa pasar OLX Autos dari sisi penjual. Selama masa pandemi Covid-19, pangsa pasar OLX Autos naik hingga 300% dibandingkan dengan awal berdirinya marketplace ini pada pertengahan 2020. Menurut COO OLX Autos Indonesia, Hendri Tadjuni, salah satu kekuatan OLX Autos ialah memberikan kemudahan dan pelayanan yang aman, nyaman, mudah, dan cepat dalam hal jual mobil. “Saat ini OLX Autos memiliki 100 store di Indonesia. Dan akan terus berekspansi untuk memperluas ekosistem mobil bekas di tanah air dengan jaringan lebih dari 4.000 mitra dan  100 inspection center di 10 kota besar,” terang Hendri Tadjuni. Kota-kota yang sudah memiliki inspection center ialah Jabodetabek, Bandung, Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Malang, dan Sidoarjo. Lebih jauh Hendri Tadjuni menyebut komitmen perusahaan menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin menjual mobil secara instan dan aman dengan melakukan 3C. Yaitu cek harga, cek kondisi mobil, dan cek rekening. “Melalui 3C, kami memberikan peace of mind kepada konsumen saat proses menjual mobil dengan proses inspeksi yang menyeluruh,” jelasnya. Dengan komitmen itu, baik pembeli maupun penjual bisa memperoleh harga terbaik sesuai kondisi mobil, serta proses pembayaran cepat. Hendri Proses cek kondisi mobil melalui inspeksi menyeluruh adalah salah satu aspek utama dalam layanan OLX Autos. Di situs ini, calon pembeli maupun penjual bisa mengecek harga pasaran kendaraan untuk menjadi acuan kisaran harga. Apabila calon pembeli tertarik, bisa meminta cek kondisi mobil melalui dukungan inspeksi yang ahli di bidangnya dan tersertifikasi. Kendaraan akan dicek kondisinya secara menyeluruh untuk mendapatkan harga terbaik dan sesuai dengan kondisi kendaraan. Inspeksi mobil dimulai dari interior, eksterior dan mesin. Inspeksi dilakukan inspektor yang sudah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). "Proses inspeksi dalam kegiatan jual beli mobil bekas adalah hal yang sangat penting dan bagian yang bisa menumbuhkan kepercayaan dari konsumen, jadi dibutuhkan inspektor yang berkompeten, dan memiliki keahlian di bidangnya," ujar Hendri. Dan proses terakhir yakni cek rekening. Apabila penjual dan pembeli sudah setuju dengan harga, proses pembayaran dapat cepat langsung ditransfer ke rekening konsumen. SPONSORI GIIAS Untuk semakin memanjakan penggunanya, tahun ini OLX Autos ikut serta dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) sebagai official trade in partner untuk kedua kalinya. Menurut Hendri Tadjuni, keikutsertaannya di ajang GIIAS 2022 membuktikan komitmen perusahaan memperkuat ekosistem tata niaga industri otomotif di dalam negeri. Selama ajang itu, OLX Autos memberikan penawaran menarik. Seperti saldo digital hingga senilai Rp5 juta,  trade-in dengan sejumlah brand yakni BMW dan Wuling, hingga menghadirkan siswa sekolah kejuruan, SMKN 26 Jakarta. “Kami mengundang para siswa ini agar mereka dapat melihat bahwa potensi industri otomotif masih sangat besar," kata Hendri. Kolaborasi ini, menurut Hendri,  sebagai salah satu bentuk komitmen OLX Autos mendorong roda industri otomotif Indonesia yang masih memiliki potensi sangat besar untuk terus bergerak maju. Pernyataan senada disampaikan Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara. Menurutnya, para pemain industri nasional telah bersama-sama mendorong pemulihan industri otomotif secara keseluruhan. Secara jangka panjang, bentuk kerja sama ini secara tidak langsung dapat memberikan penguatan pada industri otomotif yang akan berdampak pada penguatan perekonomian di Indonesia. “Kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian negara cukup besar. Industri otomotif berkontribusi 20% pada sektor non-migas, yang mana sektor non-migas itu berkontribusi 18% dari total GDP (gross domestic product). Tentunya potensi yang besar harus dimaksimalkan agar industri ini semakin kuat, dan peran dari seluruh pemain, termasuk pasar mobil bekas sangat dibutuhkan. "Jika seluruh pemain berkolaborasi, ekosistem industri ini akan semakin kuat dan perekonomian kita juga akan terus meningkat,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: