Diskan Kutim Benahi Rantai Sektor Perikanan hingga ke Pasar
Ilustrasi hasil sektor perikanan.-istimewa-
Pada 2025, Diskan Kutim melakukan revitalisasi seluas 115,9 hektare di Kecamatan Muara Bengalon. Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 dengan luasan sekitar 20 hektare.
“Kami ingin tambak-tambak yang selama ini belum optimal bisa kembali produktif dan memberikan hasil yang lebih baik bagi masyarakat,” jelas Yuliansyah.
Tak hanya tambak, fasilitas Balai Benih Ikan di Kecamatan Kaubun juga mendapat perhatian melalui revitalisasi.
BACA JUGA:57,4 Hektare Kawasan di Kutim Terbakar, Polisi Ingatkan Pemilik Lahan Harus Bertanggung Jawab
Pembenahan tersebut diarahkan untuk memperkuat penyediaan benih bermutu sehingga pembudidaya memiliki dukungan input yang lebih baik dalam menjalankan usaha.
Di sisi hilir, pemerintah daerah juga melihat pentingnya keberadaan infrastruktur pemasaran. Salah satunya melalui optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pelabuhan Kenyamukan yang dilakukan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur sesuai kewenangan masing-masing.
Pembenahan dari hulu hingga hilir tersebut diharapkan membuat sektor perikanan Kutim tidak hanya menghasilkan volume produksi yang lebih besar.
Lebih jauh, setiap tahapan usaha mulai dari proses penangkapan atau budi daya, menjaga mutu, distribusi hingga transaksi di pasar diupayakan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal bagi masyarakat perikanan.(Sakiya Yusri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
