Bankaltimtara

Diskan Kutim Benahi Rantai Sektor Perikanan hingga ke Pasar

Diskan Kutim Benahi Rantai Sektor Perikanan hingga ke Pasar

Ilustrasi hasil sektor perikanan.-istimewa-

Dengan keterampilan tersebut, hasil usaha diharapkan tidak berhenti sebagai komoditas mentah dengan nilai jual terbatas.

Persoalan pemasaran juga menjadi bagian yang tengah dibenahi. 

Hasil tangkapan yang banyak belum otomatis meningkatkan penghasilan apabila distribusinya melewati terlalu banyak mata rantai. 

BACA JUGA:Penghuni Kos di Kutim Gantung Diri di Kamarnya, Bercak Darah Keluar dari Bawah Pintu

Kondisi tersebut dapat membuat harga yang diterima nelayan berbeda cukup jauh dengan harga di tingkat konsumen.

“Kami juga akan berupaya memangkas jalur distribusi ikan. Harapannya, selisih harga yang diterima nelayan dengan harga di pasar tidak terlalu besar." 

"Nelayan mendapatkan harga yang lebih baik, sementara masyarakat juga bisa memperoleh ikan dengan harga yang terjangkau,” kata Yuliansyah.

Penguatan kelompok nelayan menjadi salah satu langkah untuk mendukung upaya tersebut. 

Melalui kelompok, koordinasi, akses bantuan, pengembangan usaha, serta peluang pemasaran dapat dilakukan secara lebih terorganisasi.

Sementara pada subsektor budi daya, Diskan Kutim memberikan perhatian terhadap ketersediaan input produksi. 

BACA JUGA:Kadar Garam Sungai di Sangatta Capai 315,6 Ppm, Perumdam Pastikan Intake IPA Kabo Belum Terdampak

Benih berkualitas, pakan, mesin pakan dan teknologi budi daya menjadi sejumlah kebutuhan yang didorong untuk membantu pembudidaya meningkatkan hasil sekaligus mengendalikan pengeluaran.

Dukungan lainnya diberikan dalam bentuk kolam, tambak, keramba jaring apung, pompa serta berbagai peralatan penunjang. 

Bantuan tersebut disertai pembekalan mengenai teknik budi daya dan penerapan metode yang tetap memperhatikan kondisi lingkungan.

Salah satu program yang dijalankan adalah revitalisasi tambak masyarakat. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: