Strategi Dispar Kaltim Hadapi Tantangan Pengembangan Pariwisata
Bincang seputar pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata Kaltim.-Mayang/Disway Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Pemprov Kaltim menyiapkan tujuh strategi menghadapi tantangan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang semakin kompleks.
Salah satunya memperkuat digitalisasi dan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah juga memprioritaskan pengembangan destinasi wisata di wilayah terpencil, terdepan, dan terluar (3T), melalui peningkatan infrastruktur dan konektivitas, sekaligus mendorong destinasi unggulan seperti Geopark Karst Mangkalihat.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan sektor Pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebab mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memerkuat identitas budaya.
Menurut Ririn, pengembangan sektor pariwisata saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan tren wisata menuju pengalaman yang autentik, berkelanjutan, dan berbasis digital, persaingan antardestinasi, keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan transformasi digital, hingga upaya menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.
BACA JUGA:Koalisi Gratispol Watch Sampaikan 4 Tuntutan, Pemprov Kaltim Diberi Waktu Sepekan Benahi Gratispol
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Pariwisata Kaltim menyiapkan tujuh strategi utama, yakni digitalisasi promosi dan pemasaran, penguatan destinasi berbasis budaya dan alam, penyelenggaraan event berkualitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan UMKM ekonomi kreatif, penerapan kolaborasi Hexahelix, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Salah satu fokus pemerintah adalah memperkuat pengembangan destinasi wisata di wilayah 3T melalui pembangunan akses jalan darat, transportasi sungai, layanan listrik, jaringan komunikasi, dan digitalisasi guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
"Potensi ekowisata di Kaltim sangat banyak. Di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu misalnya, ada beberapa destinasi cantik seperti beberapa air terjun dan Batu Dinding. Lokasinya jauh, sehingga Pemprov membersamai dengan infrastruktur pendukung," kata Ririn, dalam kegiatan Bincang Pariwisata bertajuk Sinergi Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Mitra dalam Mewujudkan Tantangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Grand Verona Samarinda, Selasa 30 Juni 2026.
BACA JUGA:16 Jabatan di Pemprov Kaltim Masih Dipegang Plt, Mau Sampai Kapan? Begini Jawaban Gubernur
Dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur di Kutai Barat dan Mahakam Ulu diarahkan untuk membuka keterisolasian kawasan sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan.
Salah satunya melalui pembangunan ruas jalan Tering–Ujoh Bilang sepanjang 136 kilometer, yang telah terealisasi sekitar 90 kilometer.
Dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan dukungan APBD Kaltim sebesar Rp90 miliar pada tahun ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
