Selesaikan sebelum Jadi Konflik
Kepala Kemenag Nunukan, HM Saleh membuka dan menjadi pembicara FGD di Kemenag Nunukan.(ist) NUNUKAN, DISWAY - Kepala Kemenag Nunukan, HM Saleh membuka sekaligus menjadi pembicara focus group discussion (FGD) atau diskusi terfokus untuk membahas suatu masalah, di Kemenag Nunukan. FGD yang dilaksanakan, belum lama ini, mengangkat tema, advokasi penanganan konflik, aliran dan paham keagamaan. Kehiatan Bimas Islam Kemenag Nunukan ini tujuan menciptakan kondusivitas di Nunukan. Hadir dalam kegiatan tersebut, pejabat Kemenag Nunukan, Kepala KUA Nunukan Selatan, Krayan dan Sebatik, serta ormas, dan pemuda. Menurut Saleh, konflik terjadi karena kurangnya pemahaman dan terjadinya perbedaan pemahaman. "Jika tidak menangani dengan cepat bisa menjadi konflik besar. Makanya, mesti diselesaikan sebelum nejadi konflik. Oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan beberapa pihak," katanya. Saleh menambahkan, konflik bisa terjadi diakibatkan perselisihan pemuda, isu politik dan lainnya. "Kita harus mengatasi dampak dari masalah sehingga tidak terjadi konflik," tuturnya, seperti dirilis Humas Kemenag Kaltara. Melalui FGD, imbuhnya, berbagai stakeholder dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik bagaimana menangulanggi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga Nunukan tetap harmonis dan jondusif. "Jangan terpancing oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," pesannya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

