Sebatik Resmi jadi Pulau Santri
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Ahmad Zayadi melaunching Pulau Sebatik sebagai pulau santri, Kamis (17/10).(istimewa) Ribuan peserta mengikuti upacara Hari Santri Nasional di lapangan Sungai Nyamuk, Sebatik Timur, Nunukan, Kamis (17/10). Dirjen Pendidikan Dinniyah dan Pontren, Ahmad Zayadi hadir mewakili Menteri Agama. Hari santri tahun ini mengangkat tema, santri Indonesia untuk perdamaian dunia. Tema ini dianggap sangat berpengaruh bagi Kaltara yang merupakan beranda negara. Sehingga peran santri di wilayah perbatasan juga menjaga keutuhan NKRI, baik dari ancaman secara fisik maupun ancaman ideologi. Menag Lukman Hakim Saifudin menyatakan, sesuai dengan tema tahun ini, maka isu perdamaian diangkat berdasarkan fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam ramah dan moderat dalam beragama. "Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural. Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak. Toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia," kata Zayadi membacakan sambutan Menag, seperti dirilis Humas Kemenag Kaltara. Meski secara nasional Hari Santri Nasiopnal jatuh pada 22 Oktober, namun Kaltara memperingatinya lebih awal, yakni Kamis (17/10). Pada peringatan ini, juga ditetapkannya atau Pulau Sebatik resmi sebagai pulau santri. Tak hanya itu, Kementerian Agama juga menetapkan Desa Sungai Limau sebagai kampung zakat. atas gagasan ini, Menteri Agama memberikan penghargaan kepada Bupati Nunukan, Asmin Laura sebagai kepala daerah yang telah berpartisipasi mendukung program moderasi beragama. Tampak hadir di kegiatan itu, selain Kakanwil Kemenag Kaltara, Gubernur Kaltara diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Wakapolda Kaltara, Bupati Nunukan dan unsur forkopimda serta undangan lainnya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

