Isu Kematian Netanyahu Dibantah Lewat Video Ngopi, Netizen Tetap Yakin AI
PM Israel, Benjamin Netanyahu mengklarifikasi isu kematian dirinya dengan video ngopi pamer 5 jari.-(Foto/X @netanyahu)-
“AI. Fokus kopinya luber tetapi enggak tumpah, diminum tetapi tetap segitu. Jarinya aneh pula,” tulis warganet lain.
“Jelas banget ini AI,” netizen lain menimpali.
Sebelumnya, rumor mengenai kematian Netanyahu mencuat setelah beredar sebuah video konferensi pers yang dinilai janggal oleh warganet. Dalam potongan gambar yang viral, tangan Netanyahu terlihat memiliki enam jari.
Temuan itu kemudian memicu dugaan bahwa video pidato tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau deepfake.
BACA JUGA: Markas UNIFIL di Lebanon Diserang, Iran Bersumpah Tak akan Menyerah
Narasi tersebut semakin ramai setelah sejumlah akun media sosial ikut membahasnya. Bahkan akun gosip populer di Indonesia turut menyoroti isu tersebut dengan menyebut netizen menghitung jumlah jari dalam video yang beredar.
Spekulasi juga diperkuat oleh tangkapan layar yang diklaim berasal dari akun resmi Netanyahu. Unggahan tersebut seolah mengumumkan kematian sang perdana menteri sebelum akhirnya dihapus. Namun belakangan diketahui bahwa tangkapan layar tersebut merupakan manipulasi digital.
Sejumlah pihak kemudian memberikan klarifikasi terkait rumor tersebut, termasuk sistem AI Grok serta lembaga pemeriksa fakta internasional seperti Snopes dan media Israel The Times of Israel.
Mereka menegaskan bahwa Netanyahu masih hidup dan tetap menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Israel.
BACA JUGA: Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Ekonom Minta Pemerintah Perketat Fiskal
"Tidak, PM Israel tidak menghapus tweet apa pun. Tangkapan layar dalam unggahan itu palsu. Netanyahu masih hidup," tegas klarifikasi dari sistem AI Grok.
Para pakar digital juga menjelaskan bahwa kemunculan enam jari dalam gambar kemungkinan besar bukan bukti video AI, melainkan anomali visual yang sering terjadi pada rekaman digital.
Beberapa penyebabnya antara lain motion blur akibat pergerakan tangan yang cepat, sudut kamera yang menimbulkan ilusi optik, serta kompresi video yang menurunkan kualitas gambar ketika diunggah ulang di media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, keaslian video tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan pengguna media sosial. Namun belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan bahwa video tersebut merupakan rekayasa kecerdasan buatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
