Diskusi Online RUU HIP; Dianggap Melemahkan Nilai Pancasila
Begitu pula dengan alinea ke empat yang berbunyi, “Susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Hal ini, kata Rizieq, menunjukkan para pendiri bangsa Indonesia sudah memasukkan ruh agama dengan sangat kuat dan melekat pada jati diri NKRI.
"Pancasila adalah dasar negara. Bukan pilar. Dasar artinya pokok, fondasi. Tidak bisa diganti," lanjut Rizieq.
Sementara RUU HIP disebutnya tidak lagi menjadikan agama maupun Ketuhanan YME dalam posisi yang fundamental. Ini dianggap Rizieq sebagai pelecehan terhadap Pancasila. Sehingga tidak hanya umat Islam, melainkan seluruh elemen bangsa harus menolak RUU ini.
Ia juga menyoroti beberapa pasal dalam RUU HIP yang berkaitan dengan kebangkitan PKI di Indonesia. Pertama, salah satu pasal dalam RUU HIP menyebut sendi pokok pancasila adalah keadilan sosial.
Rizieq menyebut bahwa redaksi tersebut mirip persis dengan manifesto PKI yang disampaikan D.N Aidit pada 1963. Bahwa urat tunjang Pancasila menurut PKI adalah keadilan sosial bukan Ketuhanan YME.
"Maka dari itu sudah jelas. RUU HIP secara terang-teranagan mengadopsi manifesto PKI," tebak Rizieq.
Dugaan Rizieq semakin kuat, ketika RUU HIP tidak memasukkan Tap MPR Nomor 25 Tahun 1966 sebagai konsideran. Padahal itu adalah sumber penting Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila.
Rizieq juga menyebut, para pendukung RUU HIP sebagian besar adalah keturunan PKI yang masih mendukung paham dan ideologi PKI berkembang di Indonesia. Kata dia, ada benang merah keterkaitan hubungan RUU HIP dengan agenda PKI.
"Terlihat jelas Ketua RUU dari PDIP, Ribka Ciptaning. Pengarang dua buku kontroversial yang membela PKI. Salah satu bukunya berjudul 'Aku Bangga Jadi Anak PKI,” bebernya.
Rizieq juga mengutarakan kekecewaannya kepada pemerintah yang ia anggap semakin memperlancar agenda kebangkitan paham komunis di Indonesia.
Terlihat jelas bagaimana kedekatan Indonesia-Tiongkok saat ini. Ia menyebut Presiden Jokowi sengaja membangun poros Jakarta-Beijing. Secara tidak langsung ini membentuk benih-benih pro komunisme di Indonesia. Karena saat ini Tiongkok adalah salah satu negara paham komunis yang berpengaruh di dunia.
"Ini gerakan struktural sistematis yang mengancam keutuhan NKRI," ucap Imam Besar Front Pembela Islam tersebut.
"Menurut pendapat saya, jalan yang paling tepat menghentikan kebangkitan PKI adalah makzulkan Jokowi. Bubarkan PDIP." lanjutnya.
Menyadari pernyataannya akan menimbulkan kontroversi di berbagai pihak, Rizieq menegaskan ia bertanggung jawab penuh atas pernyataan yang ia sampaikan tersebut. Ia bahkan menantang, setiap saat siap dipanggil pulang ke Indonesia. Untuk mempertanggung jawabkan ucapannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
