Jokowi Marah di Hadapan Para Menteri, Ini Analisa Gesturnya…

Selasa 30-06-2020,12:06 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny

Jakarta, DiswayKaltim.com- Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi, Monica Kumalasari menganalisis bahasa tubuh Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta pada 18 Juni 2020. Videonya dirilis, Minggu (28/6).

Dalam sidang tersebut, Jokowi memberikan teguran keras dan meluapkan kejengkelan. Belum ada kemajuan signifikan dari kinerja jajarannya selama tiga bulan terakhir. Jokowi pun mengatakan, ia bisa saja melakukan reshuffle atau membubarkan lembaga.

Monica mengatakan, Jokowi bicara secara spontan tanpa teks selain mungkin catatan berisi poin-poin catatan pribadinya. "Akan mengekspresikan perasaan seseorang secara lebih genuine," kata Monica di Jakarta, Senin (29/6).

Monica menganalisis gestur Jokowi berdasarkan lima kanal. Yakni raut wajah, bahasa tubuh, suara, gaya verbal dan konten. Dari ekspresi wajah yang bersifat universal, Monica menganalisis raut presiden sepanjang pembicaraan memperlihatkan banyak kesedihan. Itu terlihat dari gerakan alis dan bibirnya.

"Kemudian juga ada fear, rasa takut, kemudian yang paling dominan mengenai emosi marah," kata dia.

Emosi marah, kata Monica, sangat terlihat di awal meski presiden mencoba tetap tenang. Emosi itu terlihat dari bibir yang terlipat dan alis matanya.

Ekspresi itu, katanya, jelas terlihat saat presiden mengatakan "Ini sudah tiga bulan ke belakang dan bagaimana tiga bulan ke depan", "Tidak ada progres secara signifikan".

Ekspresi sama juga terlihat saat presiden mengatakan "Ini saya pertaruhkan reputasi politik saya".

"Di awal-awal ini Pak Jokowi juga banyak mengatakan bahwa 'kita memiliki perasaan yang sama', itu lebih dari empat kali dikatakan seperti itu. Saya menganalisa bahwa ini cara beliau mengatakan 'Hei kenapa para menteri ini tidak berempati'." papar Monica.

Dia juga melihat ada ekspresi merendah yang sejalan dengan frase "kita harus memiliki perasaan yang sama" yang diucapkan berulang-ulang. Presiden terlihat geram karena para menteri tidak memiliki empati yang sama.

Tags :
Kategori :

Terkait