Pembekalan Soft Skills untuk Pendidikan Vokasi

Selasa 30-06-2020,06:31 WIB
Oleh: bayong

Sementara untuk dapat mencapai 10 persen (proses pelatihan formal), salah satu cara yang efektif adalah dengan melakukan pre-test sebelum pembelajaran dimulai. In-process-test pada saat pembelajaran berjalan. Dan post-test setelah pembelajaran selesai. Tujuannya untuk memonitor kemajuan dari masing-masing peserta didik.

EVALUASI PEMBEKALAN

Setelah melalui tahapan analisa kebutuhan soft skills, perancangan silabus soft skills, dan aplikasi model pelatihan dan pengembangan 70:20:10, tahapan berikutnya fokus pada evaluasi pembekalan soft skills. Tujuan dari evaluasi pembekalan iniuntuk mengetahui sejauh mana tingkat efektivitas dari program yang dilakukan. Biasanya dikaitkan lebih detail dengan perubahan sikap dan perilaku serta dampaknya terhadap kinerja dan bisnis.

D.L. Kirkpatrick dalam bukunya berjudul Level of Training Evaluation membagi evaluasi pelatihan menjadi empat tingkatan: tingkatan pertama terkait reaksi dan kepuasan dari peserta didik (reaction & satisfaction of the trainee); tingkatan kedua terkait peningkatan pengetahuan dan pemahaman (increase knowledge and understanding); tingkatan ketiga terkait tingkat perubahan perilaku, sikap atau kemampuan (extend of change in behavior, attitude and capability), dan tingkatan keempat terkait dampak terhadap bisnis, lingkungan, dan kinerja (impact to the business, environment and performance).

Dari perspektif lain, Jack Phillips mengemukakan adanya tingkatan kelima yang terkait dengan pengembalian investasi (return on investment/ROI). Dengan membandingkan nilai moneter bisnis dengan biaya program pelatihan yang telah dikeluarkan. Hal ini juga memiliki dampak terhadap bisnis seperti tingkatan keempat yang dikemukakan oleh D.L. Kirkpatrick. (*Pemerhati Pendidikan Vokasi)

Tags :
Kategori :

Terkait