Sementara itu, mengenai kecukupan kuota BBM di Kalimantan Timur, pihak Pertamina menyebut persoalan tersebut perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Penilaian mengenai cukup atau tidaknya pasokan perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kebijakan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
Terkait usulan penambahan kuota BBM yang sempat disinggung Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Pertamina menjelaskan bahwa kuota dapat dievaluasi secara berkala selama tahun berjalan.
BACA JUGA: Komisi II DPRD Kaltim Minta Kuota BBM Seluruh Daerah Dibuka, Bukan Hanya Balikpapan
“Kalau terkait kuota, itu tidak kaku. Dalam satu tahun berjalan, kuota selalu dievaluasi setiap tiga bulan. Kami sebagai operator menerima penugasan kuota atau penentuan titik yang sudah ditetapkan oleh rekan-rekan regulator,” tuturnya.