Antrean BBM Mengular di SPBU, Rudy dan Seno Desak Pertamina Tambah Pasokan
Antrean kendaraan di jalur BBM bersubsidi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.-(Dok. Nomorsatukaltim)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemprov Kaltim mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan segera membenahi persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Pasalnya, hingga saat ini antrean panjang masih menjadi pemandangan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Pemprov juga mendorong peningkatan realisasi pasokan hingga 600.000 kiloliter (KL) pada 2026, di tengah kuota resmi yang masih jauh dari usulan daerah.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menilai ketersediaan energi harus dijaga melalui langkah pencegahan dan koordinasi yang lebih kuat.
BACA JUGA:Antrean BBM Samarinda Tak Selesai Cuma Ganjil-Genap, Andi Harun Bongkar Akar Masalah
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meminta Pertamina memastikan kuota yang telah ditetapkan benar-benar tersalurkan.
Bahkan ditambah apabila memungkinkan, agar kebutuhan masyarakat dan kendaraan dari luar daerah dapat terpenuhi.
“Stok BBM harus kita jaga sebelum antrean mengular. Jangan tunggu asap baru kita padamkan. Lebih baik kita cegah sebelum menjadi api."
"Begitu juga listrik, harus kita amankan sebelum padamnya makin meluas,” kata Rudy saat memimpin rapat koordinasi di Balikpapan belum lama ini.
BACA JUGA:Aji Sofyan: Jangan Salahkan Pergeseran Konsumen, Kuota BBM Kaltim Wajib Dipenuhi!
Rudy menjelaskan, berdasarkan kondisi yang dilaporkan, stok fisik BBM di terminal secara umum masih tersedia.
Namun, ketidakseimbangan antara kebutuhan riil masyarakat dan kuota BBM bersubsidi menyebabkan pasokan di sejumlah SPBU tidak mampu mengimbangi permintaan.
Data fluktuasi konsumsi Pemprov Kaltim menunjukkan penggunaan Pertalite meningkat hingga 8,7 persen, sedangkan konsumsi Pertamax turun sebesar 21,9 persen.
Pergeseran konsumsi tersebut menambah tekanan terhadap penyaluran BBM bersubsidi yang kuotanya terbatas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
