Bankaltimtara

Mahasiswa Desak Pertamina Buka Data BBM Samarinda, Ini Jawabannya

Mahasiswa Desak Pertamina Buka Data BBM Samarinda, Ini Jawabannya

HMI Cabang Samarinda menggelar unjuk rasa jilid II di Fuel Terminal Samarinda, Selasa (13/10/2026).-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menggelar aksi unjuk rasa jilid II di Fuel Terminal Samarinda, Jalan Cendana, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam aksi bertajuk “Samarinda Darurat Energi, Penghasil Minyak tapi Ngantri, Pertamina Sembunyi” itu, mahasiswa kembali mendesak Pertamina membuka data distribusi BBM ke SPBU di Samarinda.

Kepala Bidang Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan HMI Cabang Samarinda, Muhammad Shefa menyebut, aksi jilid II dilakukan karena permintaan data yang sebelumnya disampaikan belum membuahkan hasil.

Shefa mengatakan, pada aksi pertama, pihaknya mendapat janji dari perwakilan Fuel Terminal Samarinda melalui Sales Branch Manager Regional Kalimantan untuk menyelesaikan data yang diminta dalam waktu 3 x 24 jam.

BACA JUGA: Kuota Pertalite Kaltim Cuma 49,1 Persen, Aktivis Mahasiswa: Daerah Penghasil Energi tapi Warganya Antre BBM

Namun, hingga aksi lanjutan digelar, data tersebut belum diterima sesuai harapan mahasiswa.

Menurut Shefa, data distribusi BBM diperlukan untuk menelusuri penyebab kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat Samarinda.

HMI ingin mengetahui apakah persoalan tersebut berkaitan dengan kuota BBM, infrastruktur distribusi, atau faktor lain yang memengaruhi pasokan di lapangan.

Ia menyayangkan adanya penjelasan bahwa data yang diminta tidak dapat dibuka kepada publik. HMI menilai informasi distribusi diperlukan agar persoalan antrean dan kelangkaan BBM dapat ditelusuri secara lebih jelas.

BACA JUGA: Antrean BBM Mengular di SPBU, Rudy dan Seno Desak Pertamina Tambah Pasokan

“Setelah ini kita akan ambil langkah untuk menuju ke jenjang yang lebih serius, untuk mempersoalkan masalah kelangkaan ini,” kata Shefa.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik di tengah desakan pembukaan data distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Perusahaan menyatakan, permintaan data tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan kewenangan instansi terkait.

Penjelasan itu berkaitan dengan permintaan informasi mengenai skema distribusi BBM dari Pertamina Patra Niaga ke SPBU di Samarinda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait