Jejeran pedagang kaki lima di dermaga sepanjang Jalan Gajah Mada akan direlokasi. Lokasi ini akan diubah menjadi jalur hijau. (Nada/Disway Kaltim) Samarinda, DiswayKaltim.com - Rencana pembongkaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan dermaga Pasar Pagi tetap lanjut. Pemerintah tegas. Daerah itu akan menjadi jalur hijau. Lokasi yang dimaksud sendiri berada di Jalan Gajah Mada, tepatnya depan Bank BRI hingga seberang Pasar Pagi. Kawasan itu sendiri masuk dalam wilayah kerja Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda. Para pedagang diberi batas waktu oleh Pemkot Samarinda selama 2 pekan. Sesuai edaran yang diterbitkan pada 27 April lalu. Namun, para PKL sampai saat ini belum satupun membongkar lapak. Apalagi bangunan tempat biasa mereka berdagang. Kepala Bidang Angkutan Dishub Samarinda, Teguh Wardhana membenarkan hal itu. "Kalau saya pantau selama ini belum ada ya. Masih sama seperti yang dulu," kata Teguh saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2020). Jauh-jauh hari sebelum keluarnya edaran, Dishub bersama kecamatan, kepolisian dan TNI sudah menyampaikan kepada pedagang. "Kami sosialisasikan edaran itu dan memberitahukan tenggang waktu untuk membongkar lapak selama 30 hari sejak surat diterbitkan oleh Pemkot," imbuhnya. Teguh menambahkan Dishub sudah memberi peringatan. Apabila pedagang belum membongkar sesuai tenggang waktu yang diberikan, konsekuensinya dibongkar. Oleh Satpol PP, Polisi bahkan TNI. Pemerintah masih berbaik hati. Hingga lebaran. Dengan harapan para pedagang membongkar sendiri lapak mereka sendiri. Kalau masih belum direspon PKL, pihaknya akan bergerak bersama-sama intansi terkait untuk pembongkaran. Dan mengembalikannya menjadi kawasan hijau, bersih dan sehat (HBS). Sementara itu Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin menegaskan tidak ada tawar-menawar. Apalagi dengan PKL. Keputusan pemkot sudah bulat. "Diharapkan itu di bongkar setelah lebaran," tegas Sugeng. Sugeng menjelaskan, pemkot telah memberikan berbagai macam solusi kepada para pedagang. Namun diindahkan. Diantaranya menjadikan Jalan Anggi sebagai tempat pengganti. "Bukan mau dipindahin enggak ada niat, jadi memang harus ditertibkan," kata Sugeng. Pemkot pun terpaksa ambil sikap. Lantaran sudah aturan. Lagi pula sebelum keputusan ini diambil, pemerintah telah menawarkan solusi. Agar masyarakat bisa terus mencari nafkah demi menyambung hidup. "Jadi dengan berat hati, ini masalahnya ganda jadinya kita kalau secara kemanusiaan sedih juga, tapi diantara kemanusiaan ada juga aturan yang harus di tegakan. Intinya sudah pernah kami tertibkan tapi ada lagi," pungkasnya. (nad/boy)
Wahai PKL Dermaga Pasar Pagi, Siap-Siap Angkat Kaki
Rabu 13-05-2020,22:38 WIB
Reporter : bayong
Editor : bayong
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-03-2026,12:35 WIB
Tips Agar Tetap Sehat Usai Sebulan Puasa, Atur Kembali Pola Makan dan Olahraga Rutin
Sabtu 21-03-2026,13:41 WIB
24 Pemain Timnas Indonesia untuk Ajang FIFA Series 2026 Diumumkan, Elkan Baggott Kembali
Sabtu 21-03-2026,16:45 WIB
Pemkot Samarinda Imbau Warga Tahan Sampah Hingga H+3 Lebaran, Antisipasi Lonjakan di Zona Merah TPS
Sabtu 21-03-2026,10:19 WIB
Ketegangan Semakin Meningkat, Iran Ancam Serang Destinasi Wisata Dunia
Sabtu 21-03-2026,11:25 WIB
Wujud Toleransi Beragama yang Tinggi, Malam Takbiran Hingga Hari Raya Idulfitri di Mahulu Berjalan Lancar
Terkini
Sabtu 21-03-2026,21:43 WIB
Ini Cerita Lebaran Pertama Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
Sabtu 21-03-2026,20:30 WIB
Arus Mudik lewat Jalur Sungai di Kukar Turun 25 Persen, Dampak Insiden Kapal
Sabtu 21-03-2026,20:01 WIB
Sebanyak 5.000 Orang Hadiri Open House di Istana Merdeka, Ini Pesan Presiden Prabowo...
Sabtu 21-03-2026,19:38 WIB