Kapan Overthinking Perlu Ditangani Profesional? Ini Penjelasan Psikolog

Sabtu 10-10-2026,12:00 WIB
Editor : Hariadi

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Overthinking atau berpikir berlebihan bisa dialami siapa saja. Namun, ketika kebiasaan ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti membuat sulit tidur, menghambat konsentrasi, atau menimbulkan ketakutan untuk melakukan sesuatu, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian profesional.

Psikolog klinis dewasa, Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyarankan individu yang mengalami overthinking hingga mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

"Perlu dikonsultasikan kalau misalkan ternyata overthinking itu sudah over-nya itu betul sesuai kata over dan memang mengganggu keberfungsian hidup sehari-hari," kata Mitra Psikolog Halodoc itu dalam acara temu media di Jakarta, Kamis, 10 Oktober 2026.

Menurut Miki, overthinking bukan dengan sendirinya merupakan gangguan kesehatan mental. Kondisi tersebut lebih tepat dipahami sebagai gejala yang perlu dilihat bersama tanda-tanda lain yang mungkin dialami seseorang.

BACA JUGA: Studi Ungkap Konsumsi Gula Sejak Dini Berisiko Pengaruhi Kesehatan Mental, Benarkah Begitu?

BACA JUGA: Tren Baru Gen Z dan Alpha, Fenomena Offline Generation Mulai Menguat

Tanda Overthinking Perlu Dikonsultasikan

Tidak semua kekhawatiran menandakan seseorang mengalami masalah kesehatan mental. Namun, ketika pikiran berlebihan mulai menghambat kegiatan sehari-hari, penting untuk mengenali perubahan yang terjadi.

Miki menjelaskan, beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain kesulitan berkonsentrasi, takut melakukan sesuatu, sulit tidur, hingga munculnya rasa tidak nyaman saat beraktivitas.

Jika kondisi tersebut terus mengganggu kehidupan sehari-hari, seseorang disarankan mencari bantuan psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental.

"Ini nanti akan dibantu oleh profesional apakah overthinking ini disertai gejala lain atau tidak, sehingga nanti bisa ditarik diagnosa oleh profesional apakah ada gangguan tertentu atau tidak," ia menjelaskan.

BACA JUGA: Sering Kram Kaki saat Tidur? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

BACA JUGA: 10 Warna Cat Kamar Tidur yang Bikin Suasana Lebih Tenang dan Nyaman

Pemeriksaan profesional diperlukan untuk mengetahui apakah overthinking disertai gejala lain yang mengarah pada kondisi kesehatan mental tertentu. Dengan begitu, penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi setiap individu.

Jangan Mendiagnosis Diri Sendiri

Miki, yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Indonesia, juga menekankan pentingnya mengenali kondisi diri sendiri. Dengan memahami kebiasaan dan perubahan yang dialami, seseorang dapat lebih mudah menyadari ketika ada hal yang tidak biasa.

Perubahan yang terasa berbeda dari kondisi biasanya, terutama jika sudah mengganggu aktivitas, sebaiknya tidak diabaikan.

Kategori :