Waspadai Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental dan Fisik
Ilustrasi. -mindtales-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Hampir semua orang di era digital ini memulai hari dengan membuka ponsel dengan berbagai alasan.
Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini bisa berubah menjadi sesuatu yang kurang sehat, yaitu doomscrolling.
Doomscrolling adalah kebiasaan terus menggulir media sosial atau portal berita untuk mencari informasi, terutama berita yang bersifat negatif seperti bencana, konflik, krisis ekonomi, kriminalitas, hingga isu kesehatan.
Istilah doomscrolling atau doomsurfing ini semakin sering dibahas dalam dunia psikologi karena berkaitan dengan kebiasaan seseorang yang terus-menerus mengonsumsi berita atau konten bernada negatif di internet.
Seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam membaca kabar buruk tanpa menyadari dampaknya terhadap kesehatan mental maupun fisik.
Padahal, informasi tersebut bisa berdampak pada Kesehatan, khususnya mental, yakni memicu rasa cemas, takut, sedih, hingga stres.
Kebiasaan ini menjadi semakin sulit dihentikan karena algoritma media sosial cenderung menampilkan konten yang mampu memancing emosi pengguna.
Rasa takut, marah, atau penasaran membuat seseorang bertahan lebih lama di aplikasi sehingga platform terus menyajikan konten serupa.
Dilansir dari Antara, Sabtu, 18 Juli 2026, dari sisi psikologi, doomscrolling muncul karena otak manusia secara alami ingin mencari kepastian ketika menghadapi situasi yang tidak menentu.
Saat terjadi peristiwa besar, seperti pandemi, konflik internasional, atau bencana alam, banyak orang terdorong untuk terus memperbarui informasi dengan harapan memperoleh rasa aman.
Namun, penelitian yang dilakukan Shabahang dan rekan-rekannya (2024) menunjukkan bahwa semakin sering seseorang mengonsumsi berita negatif, semakin tinggi pula tingkat stres dan kecemasannya.
Alih-alih merasa lebih tenang, otak justru tetap berada dalam kondisi waspada sehingga mendorong seseorang untuk terus mencari informasi terbaru.
Kondisi tersebut diperparah oleh fitur infinite scroll yang membuat pengguna tidak memiliki batas alami untuk berhenti membaca.
Fenomena doomscrolling menjadi perhatian karena penggunaan media sosial di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antara
