Berdasarkan hasil peninjauan, ia bersikeras bahwa kuota untuk wilayah perkotaan sebetulnya telah dialokasikan sebanyak 32 kiloliter (KL) per hari untuk setiap SPBU.
“Karena itu yang disampaikan oleh orang Pertamina tadi pas di lokasi (SPBU-Red),” Katanya.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini berkaitan dengan keterlambatan kedatangan kapal pengangkut BBM yang saat ini masih dalam perjalanan menuju Berau.
BACA JUGA:Operasi Modifikasi Cuaca di Berau Berakhir, Cuma Bisa Hasilkan Hujan Intensitas Rendah
BACA JUGA:Polres Berau Belum Temukan Keterlibatan Perusahaan dalam Kasus Karhutla
“Mungkin itu yang menyebabkan seperti jadi langka,” ungkapnya.
Kendati demikian, Ia mengaku belum mengetahui secara pasti rincian penyebab keterlambatan pelayaran tersebut.
Meski faktor jarak pandang diduga menjadi kendala utama dalam perjalanan kapal bermuatan bahan bakar itu.
“Mungkin itu, karena memang kami tidak dapat informasi terkait alasan kapal terlambat sandar,” tegasnya.
Lebih lanjut, masyarakat dianggap fenomena Panic Buying saja. Dirinya mengimbau, agar tidak panik dalam situasi saat ini.
“Jangan panik, stok BBM di Berau aman,” tandasnya.