Diskan Kutim Benahi Rantai Sektor Perikanan hingga ke Pasar

Jumat 28-08-2026,13:03 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Baharunsyah

KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Upaya meningkatkan sektor perikanan di Kutim kini tidak hanya diarahkan pada peningkatan hasil tangkapan, maupun produksi budi daya.

Dinas Perikanan (Diskan) Kutim mulai membenahi berbagai mata rantai usaha. 

Mulai dari sarana produksi, kualitas hasil, penguatan kelompok, hingga akses pemasaran agar peningkatan produksi berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.

Kepala Diskan Kutim Yuliansyah mengatakan, pengembangan perikanan harus dilakukan secara menyeluruh. 

Menurutnya, nelayan dan pembudidaya membutuhkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

BACA JUGA:BPK Periksa Aktivitas Tambang di Kutim, Kepatuhan Lingkungan Jadi Sasaran

“Kami tidak hanya memberikan bantuan sarana, tetapi bagaimana nelayan dan pembudidaya bisa meningkatkan produksinya." 

"Nelayan dibantu dengan mesin kapal, alat tangkap dan cool box, sementara pembudidaya didukung melalui benih unggul, pakan, sarana budidaya dan pelatihan,” ujar Yuliansyah.

Pada perikanan tangkap, sejumlah bantuan diarahkan untuk menunjang aktivitas nelayan sekaligus menjaga kualitas komoditas setelah diangkat dari perairan. 

Mesin kapal, alat tangkap dan cool box menjadi bagian dari dukungan tersebut.

BACA JUGA:Akses hingga Pertanian Dinilai Terkendala TNK, Karang Taruna Sangatta Selatan Desak Pemerintah Cari Solusi

Keberadaan cool box dinilai penting karena dapat membantu mempertahankan kesegaran ikan selama proses penyimpanan dan perjalanan menuju lokasi penjualan. 

Kondisi hasil tangkapan yang tetap baik menjadi salah satu faktor yang menentukan harga ketika komoditas tersebut dipasarkan.

Selain sarana, peningkatan kemampuan nelayan juga menjadi perhatian. Pelatihan mencakup teknik penangkapan, keselamatan saat melaut, penanganan hasil tangkapan, hingga pengolahan produk perikanan. 

Dengan keterampilan tersebut, hasil usaha diharapkan tidak berhenti sebagai komoditas mentah dengan nilai jual terbatas.

Kategori :