Kekeringan Melanda Sawah Bukit Biru, Petani Minta Distanak Respons Cepat

Kamis 06-08-2026,18:30 WIB
Reporter : Rahmat Pratama
Editor : Didik Eri Sukianto

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM— Musim kemarau mulai mengancam tanaman padi milik petani di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Kekeringan membuat sebagian lahan sawah mengering, bahkan sejak tanaman baru berusia sekitar 10 hari setelah ditanam.

Seorang petani Bukit Biru, Suwarman mengatakan, kondisi sawahnya sudah hampir satu bulan mengalami kekeringan. Padahal, tanaman padi baru saja memasuki fase awal pertumbuhan.

"Sudah hampir satu bulan kondisinya seperti ini. Padi saya baru ditanam, tetapi setelah umur sekitar 10 hari sudah mulai kering," ucap Suwarman, Kamis, 6 Agustus 2026.

BACA JUGA: Pengembalian Honor Non-ASN Tembus Rp2,1 M, Sekda Kukar: Aset Bisa Disita jika Tak Kooperatif

Untuk menyelamatkan tanaman, ia sempat mengalirkan air menggunakan pompa berbahan bakar (alkon) selama 2 hari setelah masa tanam. Namun upaya itu kini terhenti karena mesin pompa mengalami kerusakan.

Menurut Suwarman, sumber air sebenarnya masih tersedia di parit yang berjarak sekitar 120 meter dari sawahnya.

Selang telah dipasang menuju lokasi tersebut, tetapi air tidak dapat dipompa sebelum mesin diperbaiki.

"Rencananya hari ini mau mengaliri lagi, tetapi alkonnya rusak, jadi ditunda sampai besok setelah diperbaiki," ujarnya.

BACA JUGA: Rp5 Miliar Disiapkan, Bupati Kukar Target SDN 002 Loa Janan Rampung Akhir Tahun

Ia menuturkan embung yang ada di kawasan tersebut juga tidak lagi dapat dimanfaatkan karena telah mengering.

Menurutnya, solusi jangka panjang yang dibutuhkan adalah pembangunan bendungan di bagian hulu agar air hujan dapat ditampung dan dialirkan ke seluruh areal persawahan Bukit Biru.

"Kalau bendungan itu dibangun di bagian atas, nantinya bisa menampung air hujan dan mengairi seluruh wilayah Bukit Biru karena posisinya lebih tinggi," jelasnya.

Suwarman mengatakan hampir seluruh lahan pertanian di wilayahnya mengalami kondisi serupa. Berbeda dengan sawah yang berada di dekat Sungai Mahakam, petani di wilayah Bukit Biru tidak dapat memanfaatkan pasang sungai untuk mengairi lahan.

BACA JUGA: Jelang Masa Pensiun, 250 ASN Kukar Ikuti Sosialisasi Taspen dan Literasi Keuangan

Kategori :