“Banyak dana dan transaksi internasional berputar melalui Singapura. Itu yang membuat ekonominya sangat kuat,” katanya.
Di Indonesia, pemerintah telah menerapkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) untuk meningkatkan ketersediaan devisa di dalam negeri.
Melalui kebijakan tersebut, eksportir diwajibkan menempatkan sebagian devisa hasil ekspornya di sistem keuangan nasional dalam jangka waktu tertentu.
Sofyan menilai, langkah tersebut penting untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Selain DHE, ia juga menyoroti keberadaan Danantara, yang dinilai dapat menjadi instrumen pengelolaan aset strategis nasional.
BACA JUGA: Cadangan Devisa Indonesia Meningkat, 151,2 Miliar Dolar AS pada Akhir Oktober
Menurut Sofyan, keberadaan Danantara tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi juga upaya memperkuat pengelolaan kekayaan nasional, agar manfaat ekonominya lebih besar dinikmati di dalam negeri.
“Tujuannya bukan hanya investasi. Ada upaya memperkuat pengelolaan aset nasional dan mengurangi capital outflow,” ujarnya.
Ia menilai, langkah tersebut sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengamanatkan pengelolaan sumber daya strategis untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Yang paling penting adalah bagaimana manfaat ekonomi yang dihasilkan di Indonesia tidak terus mengalir keluar, tetapi dapat digunakan untuk memperkuat pembangunan nasional,” pungkasnya. (*)