BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Berbagai tantangan dihadapi kader posyandu di lapangan dalam menangani stunting.
Mulai dari keterbatasan fasilitas, kendala teknis, hingga persoalan sosial yang mempengaruhi akurasi data.
Keluhan ini mengemuka saat kegiatan koordinasi kader Posyandu dalam persiapan operasi timbang serentak 2026. Salah satu persoalan mendasar datang dari hal yang tampak sederhana: akses internet.
Warsini, kader Posyandu Kelurahan Tanjung Laut Indah mengatakan, penginputan data balita sering terhambat. Kondisi itu disebabkan karena keterbatasan jaringan internet di beberapa daerah tertentu di kota tersebut.
“Penginputan data itu ada batas waktunya. Kalau sudah habis, kami terpaksa pulang cari Wi-Fi di rumah. Kami berharap Posyandu bisa difasilitasi Wi-Fi, tapi yang stabil, bukan yang lambat,” katanya, Minggu 7 Juni 2026.
Walau sebenarnya, data tersebut menjadi dasar penting dalam pemetaan dan penanganan stunting.
BACA JUGA:Penimbangan Balita Serentak, Wawali Bontang: Kita Lihat Dampak MBG, Khususnya Terhadap Bayi Stunting
Ketika proses input terganggu, maka kualitas intervensi juga berisiko tidak optimal.
Tak hanya soal teknis, kebijakan penanganan juga menjadi sorotan. Rencana pembagian kasus stunting secara merata dinilai kurang tepat oleh para kader. Mereka menilai setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda.
“Jumlah kasus tiap kelurahan tidak sama. Kalau dipukul rata, bisa jadi kami harus menangani wilayah lain yang belum kami pahami. Intervensi seharusnya berbasis wilayah, supaya lebih efektif,” tambahnya.
Persoalan lain datang dari keterbatasan sarana. Mujiati, kader Posyandu Berseri 6 Kelurahan Tanjung Laut, menyoroti minimnya fasilitas dasar yang kerap kali menjadi penghambat yang dialaminya di lapangan.
“Dari 124 Posyandu, hanya beberapa yang punya gedung sendiri."
BACA JUGA:2,5 Jam Bersih-Bersih, Sampah 1,8 Ton Diangkut dari Permukiman Warga Pesisir Bontang
"Saat sweeping, kami hanya bawa timbangan digital. Alat ukur tinggi badan tidak bisa dibawa karena berisiko rusak,” jelasnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas pengukuran tumbuh kembang anak—indikator utama dalam deteksi dini stunting.