Indonesia Ambil Alih Kursi China di Dewan Auditor PBB hingga 2032
Serah terima keanggotaan UNBoA untuk kawasan Asia Pasifik dari Ketua Supreme Audit Institution RRT kepada Ketua BPK RI, Isma Yatun. -(Ist./ Dok. Kemlu)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Indonesia resmi memulai masa tugas sebagai anggota UN Board of Auditors (UNBoA) atau Dewan Auditor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2026–2032.
Melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Indonesia menggantikan China sebagai wakil kawasan Asia dalam lembaga yang bertugas mengaudit berbagai badan di bawah naungan PBB.
Prosesi serah terima keanggotaan berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada 22 Juli 2026.
Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir yang mendampingi Ketua BPK RI, Isma Yatun menerima mandat sebagai anggota UNBoA.
BACA JUGA: Temuan BPK di Kukar, ASN Diduga Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun
BACA JUGA: Gratispol Kaltim jadi Temuan BPK, Rp1,5 Miliar Harus Dikembalikan Gara-Gara Ini
UNBoA merupakan dewan yang beranggotakan tiga Supreme Audit Institutions (SAI) atau lembaga pemeriksa negara.
Dewan ini bertugas melakukan audit eksternal terhadap laporan keuangan dan kinerja berbagai entitas PBB serta menyampaikan rekomendasi kepada Majelis Umum PBB untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas organisasi.
Indonesia terpilih menjadi anggota UNBoA secara aklamasi dalam Sidang Utama Komite V Majelis Umum PBB pada 7 November 2025.
Mandat tersebut berlaku selama 6 tahun, mulai Juli 2026 hingga Juni 2032.
BACA JUGA: Trump Benarkan AS Serang Sejumlah Target di Iran, Kemenlu: Ini Pelanggaran Berat Terhadap Piagam PBB
BACA JUGA: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Usut Serangan Israel terhadap Pasukan UNIFIL
Dalam periode tersebut, BPK RI menggantikan China National Audit Office sebagai wakil kawasan Asia dan akan bekerja sama dengan lembaga audit negara dari Prancis serta Brasil dalam menjalankan fungsi pengawasan di lingkungan PBB.
Keanggotaan Indonesia di UNBoA dinilai menjadi pengakuan atas kapasitas dan kredibilitas BPK sebagai lembaga pemeriksa yang memenuhi standar internasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
