Jembatan Sei Kasungai Rampung, Akses Rantau Buta dan Rantau Layung Lebih Mudah

Selasa 02-06-2026,14:15 WIB
Reporter : Muhammad Sahrul
Editor : Baharunsyah

PASER, NOMORSATUKALTIM – Masyarakat Desa Rantau Buta dan Rantau Layung, Kecamatan Batu Sopang, kini bisa tersenyum manis. 

Pasalnya, Jembatan Sei Kasungai sudah rampung dibangun dan diresmikan oleh Bupati dan Wakil Bupati, Senin 1 Juni 2026.

Jembatan ini akan menjadi akses transportasi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat sekitar.

Jembatan dengan panjang 80 meter dan lebar 6 meter itu dulunya berupa jembatan gantung dengan kondisi yang memprihatinkan. Kini masyarakat tak lagi merasa was-was saat melintasi jembatan Sei Kasungai.

BACA JUGA:5 Lembaga Kebun Sawit di Paser Difasilitasi Pemerintah untuk Sertifikasi ISPO Tahun Ini

“Jembatan ini dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas umum ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang,” kata Bupati Paser, dr Fahmi Fadli.

Menurutnya, Jembatan Sei Kasungai akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat. 

Selain mempercepat mobilitas warga, keberadaan jembatan permanen tersebut juga akan memperlancar distribusi barang dan jasa, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih baik.

BACA JUGA:Perubahan Konsep Kandilo Plaza Bakal Dikelola Lewat Pihak Ketiga

Tidak hanya itu, akses menuju berbagai fasilitas publik seperti sekolah, pasar, dan layanan kesehatan kini menjadi lebih mudah dan efisien. 

Waktu tempuh yang sebelumnya cukup lama dan penuh risiko dapat dipersingkat berkat hadirnya infrastruktur baru tersebut.

“Berbagai sektor kehidupan masyarakat desa akan merasakan manfaat dari jembatan ini. Mulai dari aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga pendidikan. Semua itu pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah juga merencanakan peningkatan infrastruktur jalan yang menghubungkan Sungai Terik, Rantau Buta, hingga Rantau Layung melalui program pembangunan multiyears.

Ia menjelaskan, khusus untuk segmen Sungai Terik–Rantau Buta, pemerintah telah merencanakan penanganan sepanjang 2,7 kilometer.

“Ruas jalan ini menjadi salah satu dari delapan prioritas pembangunan jalan yang harus segera ditangani karena memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat,” tuturnya.

Kategori :