2 Sarang Narkoba di Samarinda Digerebek Polisi, Ini Kata Andi Harun

Selasa 19-05-2026,19:15 WIB
Reporter : Ari Rachiem
Editor : Didik Eri Sukianto

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Wali Kota Samarinda, Andi Harun angkat bicara usai terungkapnya 2 kasus besar peredaran narkoba di Kota Tepian dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah Kota Samarinda menegaskan, fokus utama berada pada penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat, sementara penindakan hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat berwenang.

Dua kasus besar yang menjadi sorotan publik, yakni penggerebekan sarang narkoba di kawasan Gang Kedondong serta lapak narkoba di Gang Langgar, Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda Seberang.

Kasus tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman peredaran narkotika yang masih aktif di sejumlah wilayah.

BACA JUGA: Polda Kaltim Obrak-abrik Sarang Narkoba di Gang Kedondong Samarinda, Pemantau dan Penjual Sabu Diciduk

BACA JUGA: Polresta Samarinda Musnahkan 3 kg Sabu hingga Ratusan Ekstasi, 13 Tersangka Diproses

“Itu ranahnya aparat negara hukum. Enggak, kita tidak akan lintas pagar ya. Karena lintas kewenangan itu kewenangannya aparat negara hukum,” tegas Andi Harun pada Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki batas kewenangan yang jelas dalam menangani persoalan narkotika.

Karena itu, Pemkot Samarinda tidak akan masuk ke ranah penegakan hukum yang menjadi tugas kepolisian dan aparat terkait lainnya.

Meski demikian, Pemkot Samarinda tetap mengambil langkah preventif untuk menekan potensi penyalahgunaan narkoba melalui jalur sosial kemasyarakatan.

BACA JUGA: Mantan Kasat Narkoba Polres Kubar Dipecat, Kini Diperiksa Bareskrim soal Kasus TPPU

BACA JUGA: Kasat Resnarkoba Polres Kukar Sudah 5 Kali Pesan Etomidate, Polda Kaltim Buru 2 Orang Lainnya

Strategi tersebut dinilai penting untuk memperkuat benteng masyarakat dari ancaman narkotika yang menyasar berbagai lapisan usia.

“Di sisi pemerintah, kami akan menggunakan pimpinan teritorial seperti lurah kemudian lembaga kemasyarakatan seperti LPM, kemudian tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di sekitar untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi,” ujarnya.

Andi Harun menjelaskan, keterlibatan perangkat wilayah hingga tokoh lokal menjadi langkah strategis karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Kategori :