BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Di tengah kondisi inflasi yang mulai melandai, pengeluaran masyarakat Balikpapan untuk sektor perawatan pribadi kembali bergerak naik pada April 2026.
Namun, kenaikan itu bukan sepenuhnya menandakan daya beli warga membaik.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan menunjukkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 0,34 persen secara bulanan.
Angka ini berbalik arah dibanding Maret 2026 yang sebelumnya mengalami kontraksi hingga minus 2,05 persen.
BACA JUGA: Harga Emas Antam Hari Ini Terkoreksi Rp50 Ribu per Gram
Di balik kenaikan tersebut, ada satu komoditas yang paling dominan memengaruhi pergerakan inflasi: emas perhiasan.
Kepala BPS Kota Balikpapan, Marinda Dama Prianto menjelaskan harga emas yang masih tinggi dibanding tahun lalu menjadi faktor utama pendorong naiknya kelompok pengeluaran tersebut.
"Kelompok ini terutama dipengaruhi harga komoditas emas perhiasan. Harga emas pada April 2026 masih lebih tinggi dibanding April 2025," ujarnya saat dikonfirmasi, pada Sabtu (16/5/2026).
BPS mencatat indeks harga konsumen (IHK) kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya di Balikpapan berada pada angka 101,87 pada April 2026.
BACA JUGA: Gaikindo Sambut Langkah Menkeu Purbaya Terkait Insentif Kendaraan Listrik yang Segera Direalisasikan
Posisi itu naik dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 101,52.
Meski terlihat meningkat secara bulanan, kondisi konsumsi masyarakat disebut belum sepenuhnya pulih. Kenaikan harga emas justru membuat sebagian warga memilih menunda pembelian barang nonprimer.
Fenomena itu terlihat dari masih terjadinya deflasi bulanan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya secara umum, yakni minus 0,8 persen.
Menurut Marinda, kondisi tersebut memperlihatkan masyarakat Balikpapan masih cenderung berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.
BACA JUGA: Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Akan Bantu BI, Sebut APBN Masih Aman