Aksi Kekerasan Warnai Basket PPU, Perbasi: Mereka Bukan Atlet Binaan Kami

Selasa 28-04-2026,09:00 WIB
Reporter : Achmad Syamsir Awal
Editor : Hariadi

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM – Aksi kekerasan terjadi di area lapangan basket di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) viral di media sosial. 

Insiden yang melibatkan 2 siswa SMP tersebut membuat korban mengalami luka serius pada bagian telinga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkelahian bermula dari persoalan sepele. Korban disebut hendak meminjam bola basket milik pelaku, namun permintaan itu ditolak dan disertai ucapan yang memicu emosi.

Situasi kemudian memanas ketika korban mencoba mendorong pelaku. Perkelahian pun tak terhindarkan hingga berujung aksi kekerasan.

BACA JUGA: 2 Pelajar Kutim Wakili Kaltim di Ajang Nasional, Usung Misi Edukasi dan Anti-Bullying

BACA JUGA: Keren! 2 Pelajar Paser Raih Medali Emas dan Perunggu Olimpiade Nasional

Dalam insiden tersebut, pelaku dilaporkan memeluk korban dan menggigit bagian telinga hingga mengalami luka serius.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Aji Putri Botung, Nipah-Nipah.

Insiden ini langsung mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU. Bupati PPU, Mudyat Noor, telah menjenguk korban untuk memastikan penanganan medis dan psikologis berjalan maksimal.

"Fokus kami saat ini adalah pemulihan mental anak ini dan memberi dukungan moral bagi keluarganya. Kami ingin mereka bangkit dan tidak terpuruk akibat kejadian ini," ucap Mudyat, Senin 27 April 2026.

BACA JUGA: Pascalibur Lebaran, Pelajar PPU Diminta Fokus Ujian TKA

BACA JUGA: Kartu Penajam Cerdas Mulai Disalurkan, 6.367 Pelajar di PPU Terima Uang Rp600 Ribu

Selain penanganan medis, korban juga direncanakan mendapat pendampingan psikologis guna memastikan kondisi mental tetap terjaga pascakejadian.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah bersama pihak terkait akan memperkuat pendidikan karakter dan etika di sekolah, meningkatkan pengawasan aktivitas siswa, serta menyiapkan fasilitas trauma healing bagi korban kekerasan pelajar.

Menanggapi spekulasi yang berkembang, Perbasi PPU menegaskan 2 siswa yang terlibat bukan atlet binaan resmi organisasi tersebut.

Kategori :