Bupati PPU Tolak WFA: Jangan Sampai Dinilai Makan Gaji Buta
Pengurusan Adminduk di Disdukcapil PPU. Pemkab PPU menolak penerapan WFA setiap hari Jumat.-(Disway Kaltim/ Awal)-
PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Wacana penerapan Work From Anywhere (WFA) setiap Jumat, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digulirkan pemerintah pusat mendapat respons tegas dari daerah.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) secara terang-terangan menilai kebijakan tersebut belum relevan untuk diterapkan di tingkat kabupaten.
Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan, keberadaan fisik pegawainya di kantor masih menjadi instrumen vital dalam menjaga kualitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Mudyat menyoroti aspek psikologis dan sosial di tengah masyarakat jika kebijakan bekerja dari rumah diterapkan. Menurutnya, ASN di daerah memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan kinerja yang nyata di lapangan.
BACA JUGA: Pemkab Kukar Terapkan WFA Setiap Jumat, Kinerja ASN Tetap Dipantau
BACA JUGA: Masih Bersifat Imbauan, Pemkot Samarinda Belum Terapkan WFA bagi ASN
"Kalau ASN bekerja dari rumah, masyarakat bisa memberikan penilaian negatif. Muncul stigma makan gaji buta karena tunjangan sudah tinggi tapi tidak terlihat bekerja. Hal-hal seperti ini yang harus kita jaga," kata Mudyat, Senin 6 April 2026.
Selain masalah citra, Mudyat menekankan pentingnya sinkronisasi jam operasional pemerintah dengan sektor pendukung lainnya, seperti perbankan. Ia tidak ingin terjadi ketimpangan layanan yang memicu keluhan warga.
Katanya, pelayanan publik harus tetap prima di hari kerja padat aktivitas. Ia menegaskanz, ASN harus tetap siaga selaras dengan jam operasional perbankan dan instansi vertikal lainnya.
"Masyarakat tetap membutuhkan kepastian tatap muka untuk urusan administratif tertentu," terangnya.
BACA JUGA: Baru Progres 85 Persen Sudah Terhenti, Bupati PPU Lobi Pusat untuk Kelanjutan Bendungan Lawe-Lawe
BACA JUGA: Kementerian PU Beri Lampu Hijau Pembangunan Jembatan Sungai Riko PPU
Dibandingkan menerapkan WFA penuh yang dianggap kurang efektif secara dampak, Mudyat mengusulkan skema kerja yang jauh lebih produktif dan inklusif bagi masyarakat PPU.
"Jika ASN turun langsung ke lapangan setelah jam kantor, manfaatnya jauh lebih terasa. Ada efisiensi, ada pengabdian, dan ada kehadiran negara di tengah rakyat. Itu jauh lebih baik daripada sekadar bekerja dari rumah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
