Kartu Bontang Pintar Dibatalkan karena Anggaran Terbatas

Rabu 22-04-2026,18:25 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Didik Eri Sukianto

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Kartu Bontang Pintar batal terealisasi. Kebijakan tersebut dilakukan karena kondisi anggaran daerah yang terus tertekan.

Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang fokus pada program bantuan pendidikan yang telah berjalan saja.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut.

Hasilnya, ia menilai program bantuan pendidikan yang sudah berjalan dinilai lebih efektif menjangkau kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA: PBI BPJS Kesehatan Diputus Pusat, Pemkot Bontang akan Gandeng Perusahaan Swasta

BACA JUGA: 105 Guru Pensiun, Bontang Rekrut 127 Guru Baru dalam 2 Tahap

Selain itu, substansi bantuan yang ingin diberikan melalui kartu tersebut ternyata sudah lebih dulu direalisasikan dalam bentuk program lain.

“Meski Kartu Bontang Pintar belum sempat dijalankan, sebenarnya tujuan utamanya sudah tercapai. Bantuan pendidikan untuk anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu, sudah kita salurkan,” kata Neni, Rabu, 22 April 2026.

Bantuan yang dimaksud tidak hanya berupa uang tunai, tetapi kebutuhan dasar sekolah. Pemerintah telah membagikan perlengkapan seperti seragam, sepatu, tas, hingga buku secara gratis kepada peserta didik.

Selain itu, bantuan langsung sebesar Rp300 ribu juga diberikan kepada siswa dari keluarga prasejahtera. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah penataan anggaran agar lebih tepat sasaran.

BACA JUGA: Dampak Defisit Anggaran, Bontang akan Batalkan Sejumlah Proyek Multiyears

BACA JUGA: Pemprov Kaltim Rencana Tak Memberikan Bankeu, Proyek Pengendalian Banjir di Bontang Terancam

Pemkot Bontang menghindari duplikasi program yang berpotensi membuat alokasi dana tidak efisien.

“Prinsipnya, jangan sampai ada program dengan tujuan sama tapi dibiayai 2 kali. Karena itu, kita pastikan bantuan yang ada benar-benar optimal,” jelasnya.

Dari sisi nilai, bantuan yang telah berjalan bahkan disebut melampaui rencana awal Kartu Bontang Pintar. Neni mengakui, program tersebut dirancang memberikan sekitar Rp1 juta per tahun per siswa.

Kategori :