JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada level 7.458,50 atau naik 2,07 persen pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Namun, penguatan ini masih dibayangi potensi koreksi dalam jangka pendek.
Kenaikan IHSG dipimpin oleh sektor industri dan keuangan, masing-masing tumbuh 4,29 persen dan 3,02 persen.
Data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menunjukkan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp239,92 triliun di pasar reguler.
Saham-saham yang paling banyak diborong antara lain BBCA, ASII, UNTR, BMRI, dan BBNI.
BACA JUGA: Pelni Layani 652 Ribu Penumpang Selama Lebaran 2026, Lampaui Target 102 Persen
BACA JUGA: Pertamina Siapkan 5 Strategi Perkuat Ketahanan Nasional Hadapi Gejolak Energi Global
Direktur Reliance Sekuritas, Reza Priyambada, menyebut penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif dari stabilnya harga komoditas dan meredanya tekanan eksternal.
"Sentimen positif disebabkan oleh stabilnya harga komoditas serta meredanya tekanan eksternal mendorong investor kembali masuk ke pasar saham, terutama pada saham-saham berbasis energi dan konglomerasi," ucap Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, pada Senin, 13 April 2026.
"Selain itu, aksi beli investor asing yang meningkat turut memperkuat laju penguatan indeks," tambahnya.
Secara teknikal, IHSG masih menunjukkan tren bullish dengan posisi di atas MA5 dan MA20 serta indikator stochastic yang sudah memasuki area overbought.
BACA JUGA: Harga Pangan dan BBM Dorong Inflasi Balikpapan, BI Warning Risiko Kemarau Panjang
BACA JUGA: Pasar Mobil China di Indonesia Tembus 17 Persen, Diprediksi Terus Meningkat hingga Akhir Tahun
Meski demikian, potensi koreksi tetap terbuka dalam waktu dekat.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7,362 dan resistance pada level 7,527 dengan kecenderungan melemah," tutur Priyambada.
Rekomendasi Saham
Sejumlah analis merekomendasikan beberapa saham yang dinilai masih menarik untuk dikoleksi di tengah dinamika pasar.