Warga Derawan Dilatih Manfaatkan Limbah Kelapa jadi Produk Bernilai
Pelatihan Kerajinan Limbah Kelapa, Jumat 29 Mei 2026. -Azwini/Disway Kaltim-
BERAU, NOMORSATUKALTIM — Di tengah pesatnya sektor pariwisata di Kepulauan Derawan, potensi ekonomi sumber daya lokal mulai mendapat perhatian lebih serius.
Salah satunya melalui pemanfaatan limbah kelapa, yang selama ini belum tergarap optimal untuk diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual.
Melihat potensi tersebut, Dekranasda Berau menggelar Pelatihan Kerajinan Limbah Kelapa yang digelar di Pendopo Kecamatan Pulau Derawan, Jumat,29 Mei — hingga Selasa 2 Juni 2026.
Ketua Dekranasda Berau, Brigjen Pol (Purn) Edy Suswanto mengatakan, Pulau Derawan memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
Selain limbah kayu, limbah kelapa dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang ramah lingkungan dan memiliki daya saing di pasaran.
“Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan dan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang kerajinan berbasis sumber daya alam."
BACA JUGA:Promosi Wisata Lewat Videotron Bandara Telan Rp 10,7 Miliar, Disbudpar Berau Mulai Cari Alternatif
"Limbah kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujarnya, Jumat 29 Mei 2026.
Selama pelatihan berlangsung, peserta akan mempelajari cara mengolah limbah kelapa menjadi berbagai produk kerajinan, mulai dari tempat tisu, tas, hingga aneka suvenir yang memiliki nilai ekonomi dan berpeluang menjadi produk khas Pulau Derawan.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan produk kerajinan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha mandiri terutama di kawasan wisata yang memiliki potensi pasar cukup besar.
“Ke depan pelatihan seperti ini akan terus didorong. Kita ingin keterampilan para perajin terus meningkat sehingga mampu menciptakan produk yang bisa dijual dan menjadi penopang ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” katanya.
Meski perkembangan sektor kerajinan di Berau dinilai menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, Edy mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dibenahi.
Salah satunya adalah kualitas produk yang dinilai belum sepenuhnya mampu bersaing dengan daerah yang lebih dulu mengembangkan industri kerajinan.
BACA JUGA:Pemkab Berau Belum Bisa Pastikan Operasional RSUD Tanjung Redeb, Akui Masih Ada Penyempurnaan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

