Kebakaran SMPN 2 Samarinda, Delapan Ruang Kelas Hangus Diduga Korsleting Listrik

Rabu 01-04-2026,16:42 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Baharunsyah

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Kebakaran menghanguskan delapan ruang kelas di bangunan dua lantai SMP Negeri 2 Samarinda, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, Rabu 1 Maret 2026 sore. 

Adapun, Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.20 Wita dan berhasil dipadamkan pada pukul 16.00 Wita, dengan durasi penanganan sekitar 40 menit. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Samarinda, Hendra AH, menjelaskan kebakaran terjadi di ruang belajar dan menghanguskan bagian atap serta plafon delapan ruang kelas. 

"Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.20 Wita di ruang belajar SMP 2 Samarinda, membakar delapan ruang kelas di bagian atap dan plafon," ujarnya. 

Ia menambahkan, begitu menerima laporan, tim langsung bergerak cepat dengan mengerahkan sejumlah posko pemadam. 

"Begitu dapat informasi, kami langsung menurunkan tiga posko untuk menangani kebakaran pada sore ini," jelasnya. 

Menurut Hendra, kondisi lokasi cukup mendukung proses pemadaman karena akses menuju titik api tidak terhalang. Hal itu membuat api bisa segera dilokalisasi agar tidak meluas ke bangunan lain. 

"Alhamdulillah akses ke halaman sekolah terbuka, sehingga unit bisa masuk dengan cepat dan api dapat kita blokir agar tidak merambat ke ruang kelas lainnya," jelasnya. 

Hendra kembali menegaskan, dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. 

Namun, kepastian penyebab masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. 

"Dugaan sementara korsleting listrik, tapi untuk pastinya nanti dari pihak kepolisian," tegasnya. 

Meski api sempat membesar, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. "Tidak ada korban," singkatnya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Samarinda, Misradianto, memberikan gambaran lebih rinci terkait kronologi awal kebakaran. Ia menyebut api awalnya muncul dalam skala kecil sebelum akhirnya membesar di salah satu ruang kelas. 

"Sekitar pukul 15.20 Wita, awalnya terlihat api di kelas 7 lantai dua bagian pojok. Awalnya tidak terlalu besar, tapi kemudian cepat membesar di bagian atas ruangan,"ungkapnya. 

Ia menjelaskan, ruangan tersebut sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, namun saat kejadian seluruh siswa telah pulang dari sekolah. 

Kategori :