Misman: Banjir jadi Musibah, karena Samarinda Kehilangan Ruang Air
Pegiat lingkungan Kaltim, Misman.-Ari/Disway Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemahaman masyarakat tentang banjir di Kota Tepian dinilai masih keliru. Terutama jika penyebabnya cuma karena sampah.
Padahal faktor paling mendasar adalah hilangnya ruang air di daerah aliran sungai yang terus tergerus pembangunan.
Pandangan itu disampaikan Misman, pegiat lingkungan Kalimantan Timur. Misman sendiri bukan orang sembarangan.
Ia pernah menerima penghargaan Kalpataru tingkat nasional, saat berbagi perspektif tentang kondisi banjir di Samarinda dan pentingnya mengembalikan fungsi ekosistem alam sebagai penyangga air.
“Penyebab banjir itu bukanlah sampah, yang perlu diketahui adalah habisnya ruang air. Pemerintah menyebutnya DAS, yaitu daerah aliran sungai yang terdiri dari gunung, bukit, lembah, rawa, dan tumbuhan liar,” ujar Misman, pada Kamis 2 April 2026.
Ia menjelaskan, ketika seluruh komponen DAS (daerah aliran sungai) mengalami kerusakan atau beralih fungsi menjadi permukiman dan kawasan terbangun, maka kemampuan alam dalam menyerap dan menahan air akan hilang.
BACA JUGA:Pemkot Samarinda Akan Bangun Ulang SMPN 2 Usai Terbakar, Pos Anggaran Kini Diupayakan
Akibatnya air hujan tidak lagi memiliki tempat kembali selain menggenangi wilayah perkotaan.
Menurutnya, berbagai upaya seperti normalisasi sungai, pengerukan, pelebaran, hingga perbaikan drainase memang terlihat signifikan dalam jangka pendek.
Tetapi tidak menyentuh akar persoalan karena ruang air di kawasan hulu dan sekitar sungai terus menyusut.
“Walaupun drainase diperbaiki, sungai dikeruk dan dilebarkan, kalau ruang air habis, Samarinda tetap tenggelam,” tegasnya.
Misman menilai pendekatan pembangunan yang hanya memfungsikan sungai sebagai saluran banjir akan berdampak buruk bagi ekosistem dalam jangka panjang.
Karena sungai kehilangan fungsi alaminya sebagai sumber kehidupan yang sehat.
“Kalau sungai hanya diposisikan untuk mengalirkan banjir, maka pendekatannya pasti dikeruk, dilebarkan, dibeton."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
