Dominasi Bosnia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-79. Haris Tabakovic mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan bola rebound di depan gawang.
BACA JUGA:Kalah dari Persela Lamongan, Penggawa Persiba Balikpapan Pulang Naik Kapal Laut
Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir.
Pertandingan berlanjut ke babak tambahan, namun tidak ada gol tercipta hingga akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Dalam drama tos-tosan, Bosnia tampil sempurna dengan kemenangan 4-1. Semua eksekutor mereka berhasil mencetak gol.
Sebaliknya, Italia gagal melalui dua penendang, yakni Francesco Esposito dan Bryan Cristante. Hanya Sandro Tonali yang sukses menjalankan tugasnya.
Kemenangan ini memastikan Bosnia dan Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026.
BACA JUGA:Honda Team Asia Kurang Beruntung di COTA: Veda, Mitani dan Mario DNF, Furusato Finish 18
Dalam wawancara bersama RAI Sport, Gattuso bahkan meneteskan air mata saat menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Azzurri.
Italia harus menerima kenyataan pahit setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina dalam laga playoff yang digelar di Stadion Bilino Polje.
Kekalahan ini memastikan Italia kembali absen dari panggung sepak bola terbesar dunia, memperpanjang catatan buruk dalam beberapa tahun terakhir.
Meski hasil akhir mengecewakan, Gattuso tetap memberikan pembelaan kepada para pemainnya.
“Para pemain saya tidak pantas mendapatkan hasil ini. Mereka sudah menunjukkan usaha, cinta, dan tekad luar biasa,” ujar Gattuso.
Ia juga menegaskan rasa bangganya, terutama karena tim tetap tampil kompetitif meski harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
Dalam pernyataan yang penuh emosi, Gattuso menggambarkan betapa besar rasa sakit yang ia rasakan.
“Jika Anda menusuk saya sekarang, tidak akan ada darah yang keluar, karena semuanya sudah kering oleh rasa sakit,” katanya.