Bankaltimtara

John Herdman Resmi Latih Skuad Garuda, PSSI Pasang Target Piala Dunia 2030 untuk Timnas Indonesia

John Herdman Resmi Latih Skuad Garuda, PSSI Pasang Target Piala Dunia 2030 untuk Timnas Indonesia

John Herdman saat masih melatih Timnas Canada.-istimewa-

NOMORSATUKALTIM Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat, 11 Januari 2026, untuk resmi memulai tugasnya sebagai pelatih kepala skuad Garuda.

Kehadiran pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu menandai era baru Timnas Indonesia setelah PSSI menunjuknya sebagai pengganti Patrick Kluivert, yang sebelumnya gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Dilansir dari Disway.id, PSSI mengikat Herdman dengan kontrak berdurasi empat tahun, terdiri dari dua tahun awal hingga 2028 dengan opsi perpanjangan dua tahun sampai 2030.

Skema kontrak tersebut selaras dengan target jangka panjang PSSI, yakni membawa Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.

Nama John Herdman bukan sosok asing di kancah sepak bola internasional. Ia dikenal luas setelah sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun.

BACA JUGA:Persiba Balikpapan Bawa Misi Balas Dendam Kontra Persela di Stadion Surajaya Malam Ini

Pengalaman membangun tim nasional dari fondasi yang terbatas menjadi salah satu alasan utama PSSI mempercayakan proyek besar Timnas Indonesia kepadanya.

Dalam pernyataannya kepada Canadian Press, Herdman menyebut Indonesia sebagai proyek yang tepat dengan potensi besar dan dukungan publik yang luar biasa.

“Ini tentang menemukan proyek yang tepat, proyek di mana Anda bisa merasakan gairah dan intensitas para penggemar,” ujar Herdman.

Ia menilai kondisi sepak bola Indonesia memiliki kemiripan dengan Kanada saat ia mulai membangun tim di negara tersebut.

BACA JUGA:2 Gol Joel Vinicius Bawa Borneo FC Menang Atas Tim Tamu PSM Makassar, Skor 2-1

“Apa yang saya lihat adalah kumpulan talenta itu sudah ada. Rasanya sangat mirip dengan Kanada. Negara yang besar, banyak potensi pemain lokal, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merekrut pemain dwi-kewarganegaraan, dan mereka sudah mulai menempuh jalan itu,” katanya.

Menurut Herdman, tantangan terbesarnya bukan hanya soal taktik, tetapi juga pemahaman budaya. Ia menekankan pentingnya keterlibatan penuh dalam lingkungan sepak bola Indonesia.

“Karena menurut saya itu jelas merupakan bagian penting dari proses mempelajari budaya, benar-benar terlibat sepenuhnya di dalamnya. Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan kebiasaan mereka untuk menciptakan hubungan tersebut,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: