Dua Kali Terbakar, Batu Ampar Jadi Bukti Lemahnya Mitigasi Bencana di Kutim

Senin 30-03-2026,12:00 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Hariadi

Selain itu, Yuga juga menyoroti kondisi armada dan kesiapan personel pemadam kebakaran saat kejadian berlangsung. Ia menyebut, sejumlah peralatan tidak dapat berfungsi optimal ketika dibutuhkan.

“Lucunya, ada petugas yang bingung teknis pemadaman, bahkan tidak paham menyalakan pompa air. Ini sangat ironis,” tegasnya.

BACA JUGA: Warga Kutai Timur Keluhkan Jalan Rantau Pulung–Batu Ampar, Kendaraan Sering Terjebak Lumpur

BACA JUGA: Bupati Ardiansyah Targetkan Listrik Batu Ampar Menyala Awal 2026

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikasi perlunya pembenahan serius, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana penunjang penanganan kebakaran.

Ia juga menilai, pelatihan rutin dan peningkatan kapasitas petugas menjadi hal yang mendesak agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Di sisi lain, Yuga turut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan. Ia mendorong agar setiap rumah memiliki alat pemadam api sederhana sebagai langkah awal penanggulangan.

“Ini bukan bencana yang terjadi tiba-tiba, tapi bukti nyata buruknya tata kelola penanganan bencana di daerah,” tutupnya.

Kategori :