Khawatir Terjadi Inflasi, Pemkot Samarinda Gerak Cepat Bangun Ulang Pasar Segiri

Jumat 27-03-2026,13:48 WIB
Reporter : Ari Rachiem
Editor : Tri Romadhani

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM Kekhawatiran akan potensi inflasi membuat Pemerintah Kota Samarinda bergerak cepat membangun ulang kawasan grosir sayur Pasar Segiri yang terbakar, agar distribusi bahan pangan tetap terjaga dan aktivitas ekonomi tidak terganggu.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan langkah percepatan ini dilakukan hanya sehari setelah kebakaran, dengan target pembersihan lokasi selesai dalam waktu singkat dan perencanaan pembangunan langsung berjalan paralel sejak Kamis (26/3/2026), melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah.

Ia menegaskan bahwa Pasar Segiri memiliki peran vital sebagai pusat distribusi bahan pangan yang beroperasi selama 24 jam dan menyuplai kebutuhan berbagai daerah di Kalimantan Timur.

"Jadi sesuai instruksi Pak Wali, minimal satu sampai dua hari ini sudah bersih, dan secara paralel kami juga sudah mulai rapat untuk menyiapkan anggaran agar pembangunan bisa segera berjalan," ujarnya, kepada Nomorsatukaltim, pada Jumat 27 Maret 2026.

BACA JUGA:Kebakaran Hebat di Batu Ampar Hanguskan Puluhan Rumah, Disdamkartan Kutim Ungkap Penyebab Sementara

Ia mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen pasokan di pasar tersebut berasal dari luar daerah, sehingga keterlambatan penanganan berpotensi mengganggu rantai distribusi dan memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

"Pasar ini menyuplai banyak daerah, sehingga kalau prosesnya lambat kami khawatir akan berdampak pada inflasi, makanya seluruh OPD kami turunkan seperti Disperindag, DLH, BPBD, PUPR, hingga Damkar untuk bekerja bersama," jelasnya.

Marnabas memastikan pembangunan ulang akan menggunakan konsep semi permanen dengan konstruksi baja ringan yang tetap mengedepankan aspek keamanan, sehingga proses pengerjaan dapat dilakukan lebih cepat dan pedagang bisa segera kembali beraktivitas.

"Bangunannya semi permanen, ada atap dan sekat untuk pedagang, yang penting mereka bisa cepat berjualan kembali dan distribusi pangan tetap lancar," katanya.

BACA JUGA:Desain Andi Harun Warnai Renovasi Masjid As-Shabirin Rp26 Miliar

Ia juga menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan milik pemerintah kota sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaan pembangunan, dengan target pengerjaan dapat rampung dalam waktu kurang dari satu bulan jika proses berjalan sesuai rencana.

"Kalau konstruksinya baja ringan seperti ini, kami optimistis tidak sampai satu bulan sudah selesai, bahkan bisa lebih cepat kalau semua berjalan lancar," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap pedagang terdampak guna memastikan penataan berjalan tertib dan sesuai kebutuhan di lapangan.

"Dari data sementara, terdapat 25 ruko yang terdampak dan 142 kios di bagian tengah, dengan total sekitar 56 kelompok pedagang yang akan kami susun berdasarkan kelompok agar lebih efektif," ujarnya.

BACA JUGA:Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

Kategori :