“Kadang baru kami tangani, beberapa hari kemudian sudah rusak lagi karena dilalui kendaraan berat,” katanya.
BACA JUGA: Dishub Kutai Barat Minta Polisi Turun Tangan Tertibkan Truk ODOL, Rencana Bangun 3 Jembatan Timbang
BACA JUGA: Warga Bentian Besar Kutai Barat Kecewa, Izin Truk ODOL Melintas Dinilai Lukai Rasa Keadilan
Ia menyebutkan kendaraan pengangkut Crude Palm Oil (CPO) serta kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan.
“ODOL memang menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan nasional, termasuk di wilayah Kutai Barat,” ujarnya.
Karena itu, pembangunan jalan dengan konstruksi permanen diharapkan mampu meningkatkan ketahanan jalan terhadap beban kendaraan berat.
Ruli berharap proyek perbaikan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
BACA JUGA: Pemkab Kubar Rekonstruksi Jalan Strategis Sepanjang 20 KM
BACA JUGA: Ketidakjelasan Proyek Jalan Nasional, Camat Muara Lawa Kutai Barat Angkat Bicara
“Kami berharap setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan bisa jauh lebih baik dan masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas infrastruktur, proyek tersebut juga diharapkan mampu memperlancar arus distribusi barang dan jasa di wilayah Kutai Barat. “Jalan yang baik tentu akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tutupnya.