Masuk Masa Libur Panjang, Dispar Kubar Imbau Pengunjung Jaga Kebersihan dan Larang Miras di Objek Wisata
Kantor Dinas Pariwisata Kutai Barat-Eventius-Disway Kaltim
KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan serta ketertiban di kawasan objek wisata selama masa libur panjang.
Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya potensi kunjungan wisatawan pada momentum hari besar keagamaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan wisata menjadi tanggung jawab bersama antara pengunjung, masyarakat sekitar, maupun pengelola.
“Dalam momen libur panjang ini, kami mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan di kawasan wisata,” ujarnya, Jumat 20 Maret 2026.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan agar pengunjung tidak membawa Minuman Keras (Miras) ke lokasi wisata.
BACA JUGA:Salat Id Perdana di Masjid Negara IKN Digelar 21 Maret, OIKN Siapkan Skema Akses dan Transportasi
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan, keamanan, serta ketertiban selama aktivitas wisata berlangsung.
Menurut Sumardi, potensi lonjakan kunjungan wisatawan pada libur panjang kali ini cukup tinggi. Hal itu seiring dengan perayaan Hari Raya Idulfitri dan Nyepi yang berdekatan, sehingga diperkirakan akan mendorong mobilitas masyarakat ke berbagai destinasi wisata di Kutai Barat.
Ia menjelaskan, prediksi tersebut bukan tanpa dasar, pada periode libur sebelumnya seperti Natal dan Tahun Baru, kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di Kubar mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Lonjakan tersebut bahkan berdampak pada meningkatnya pendapatan daerah dari sektor retribusi wisata.
BACA JUGA:Ratusan Jemaah Muhammadiyah Salat Id di Halaman Masjid Syuhada Tanah Grogot
“Berkaca dari pengalaman libur sebelumnya, kunjungan wisatawan cukup membludak. Bahkan, retribusi yang masuk ke kas daerah meningkat hingga minggu kedua awal Januari 2026,” jelasnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan ketertiban.
Tanpa hal tersebut, potensi dampak negatif seperti penumpukan sampah dan gangguan keamanan dapat terjadi di kawasan wisata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
