“Momentum Nuzulul Qur'an ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur'an, tidak hanya membacanya tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Menurut Rahmad, bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Ia mengajak warga Balikpapan menjadikan Ramadan sebagai kesempatan memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Rahmad berharap semangat Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur'an dapat mendorong masyarakat untuk terus menjaga nilai kebersamaan, saling menghormati, serta memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Semoga melalui peringatan Nuzulul Qur'an ini kita semua dapat mengambil hikmah dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” sambungnya.
Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Balikpapan menghadirkan penceramah dari Medan, Anugrah Cahyadi yang dikenal dengan sapaan Ustaz Ucay. (*)