Kapal Perangnya Dihancurkan di Sri Lanka, Iran Peringatkan AS

Kamis 05-03-2026,15:59 WIB
Reporter : Didik Eri Sukianto
Editor : Didik Eri Sukianto

DUBAI, NOMORSATUKALTIM - Iran kembali melancurkan serangan baru terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah pada Kamis, 5 Maret 2026 pagi waktu setempat.

Serangan ini terjadi setelah kapal selam AS dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran yang berlayar di lepas pantai Sri Lanka pada Rabu, 4 Maret 2026.

Mengecam keras tindakan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyebutnya sebagai serangan brutal yang terjadi di perairan internasional.

“Frigat Dena yang membawa hampir 130 pelaut diserang di perairan internasional tanpa peringatan. Ingat kata-kata saya, Amerika Serikat akan sangat menyesali apa yang mereka ciptakan,” tulis Araghchi melalui akun media sosialnya.

BACA JUGA: AS Isyaratkan Perang akan Berlangsung Lama, Intelijen Israel Menduga Stok Rudal Iran Masih Ribuan

BACA JUGA: Hizbullah Klaim Drone dan Roketnya Hancurkan 3 Pangkalan Militer Israel, Negara Teluk Marah ke AS

Dikutip dari AP, Kamis, 5 Maret 2026, selain serangan baru yang menargetkan Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, Iran juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur militer dan ekonomi di seluruh wilayah tersebut.

Di Israel, militer mengumumkan adanya sejumlah serangan rudal yang menuju wilayahnya. Sirene peringatan serangan udara pun berbunyi di beberapa kota besar, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem.

Bersamaan dengan serangan terbaru Iran, pasukan militer Israel menyatakan telah memulai serangan baru di Lebanon yang menargetkan kelompok bersenjata Hezbollah di pinggiran selatan Beirut, Lebanon.

Situasi konflik di kawasan semakin memanas setelah AS dan Israel meningkatkan intensitas pemboman terhadap Iran pada Rabu, 4 Maret 2026.

BACA JUGA: Iran Mencekam, Rudal Israel Sasar Lapangan Tempat Demonstran Berkumpul

BACA JUGA: Pengiriman Minyak Global Via Selat Hormuz Terancam Dihentikan, 8 Negara Timur Tengah Tutup Bandara

Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), AS dan Israel melancarkan operasi militer yang menargetkan kepemimpinan Iran, persenjataan rudal, serta program nuklir negara tersebut.

Kedua negara juga menyatakan bahwa salah satu tujuan operasi tersebut adalah menggulingkan pemerintahan Iran.

Namun, tujuan dan jangka waktu operasi itu terus berubah, menandakan konflik yang berpotensi berlangsung panjang.

Kategori :